Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta Achmad Nur Hidayat berpendapat pemerintah perlu mencari mesin baru bagi penerimaan negara, alih-alih terus bergantung pada penerimaan perpajakan di tengah meningkatnya beban subsidi energi.
Achmad mengatakan kenaikan subsidi energi merupakan konsekuensi dari kebijakan pemerintah yang mempertahankan harga BBM dan listrik demi menjaga daya beli masyarakat. Namun, kondisi tersebut membuat APBN semakin rentan karena kapasitas penerimaan negara tidak tumbuh secepat peningkatan belanja.
“Persoalannya adalah APBN membiayai subsidi dengan ruang fiskal yang semakin sempit. Ketika harga minyak dunia naik dan rupiah melemah, beban subsidi meningkat secara otomatis, sedangkan kapasitas penerimaan negara tidak bertambah dengan kecepatan yang sama. Akibatnya, setiap gejolak eksternal langsung mengurangi ruang belanja produktif pemerintah,”
kata Achmad dalam keterangan resmi, Rabu, 29 Juli 2026.
Nasib Maritim
Ia menilai memperluas beban pajak kepada masyarakat, khususnya kelas menengah, bukan solusi yang tepat. Sebaliknya, pemerintah perlu mengembangkan sumber penerimaan baru yang tidak bergantung pada kenaikan tarif pajak maupun fluktuasi harga komoditas.






