Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak tak sejalan pada penutupan perdagangan Rabu, 29 Juli 2026. Rupiah tercatat menguat, namun IHSG justru melemah.
Rupiah tercatat menguat tipis 0,06 persen atau 10 poin ke level Rp18.073 per dolar Amerika Serikat (AS). Sedangkan IHSG melemah 0,64 persen ke level 6.091.
Berdasarkan data perdagangan sore hari ini, mayoritas nilai tukar negara Asia yang menguat diantaranya Dolar Singapura (SGD) menguat tipis 0,01 persen, Ringgit Malaysia (MYR) menguat 0,04 persen, Yuan Tiongkok (CNY) menguat 0,05 persen.
Lalu ada Yen Jepang (JPY) menguat 0,11 persen, Baht Thailand (THB) menguat 0,15 persen, Baht Thailand (THB) menguat 0,15 persen, Won Korea (KRW) 0,23 persen, Rupee India (INR) 0,28 persen, dan Peso Filipina (PHP) berotot 0,38 persen.
Penyebab Rupiah Menguat


Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengungkapkan pendorong penguatan rupiah pada penutupan pasar hari ini karena pelaku pasar masih memantau perkembangan situasi di Timur Tengah.
Para pelaku pasar terus memantau perkembangan situasi di Timur Tengah setelah Iran meluncurkan sejumlah rudal balistik yang menyasar pasukan AS di kawasan tersebut,”
ujar Ibrahim dalam analisisnya Rabu, 29 Juli 2026.
Ibrahim menuturkan, pelaku pasar juga masih menanti hasil pertemuan the Fed dalam FOMC yang akan dirilis pada Kamis dini hari. Para pelaku pasar enggan memasang taruhan agresif menjelang dirilisnya hasil pertemuan.
Menjelang peristiwa penting terkait kebijakan bank sentral, para pedagang mengurangi taruhan kenaikan suku bunga Fed di tengah harapan baru akan diplomasi AS-Iran untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama lima bulan, yang menyebabkan penurunan harga minyak dan meredakan kekhawatiran inflasi,”
jelasnya.
Saham Turun


Di samping itu, nilai transaksi IHSG tercatat sebesar Rp22,9 triliun dengan melibatkan 40,1 miliar saham dalam 1,9 juta kali transaksi. Sebanyak 177 saham naik, 148 tidak bergerak, dan 468 turun.
Dilansir dari Stockbit saham yang mengalami penurunan terdalam alias top loser sebagai berikut:
- PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) melemah 14,94 persen ke Rp740
- PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) melemah 14,87 persen ke Rp10.450
- PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) melemah 14,81 persen ke Rp276
Sementara saham yang paling banyak dijual asing atau net foreign sell diantaranya:
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp159,19 miliar
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar Rp135,63 miliar
- PT. Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebesar Rp50,91 miliar
























