Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 30 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • Piala Dunia 2026
  • MBG
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Apkasi Minta Daerah Timur Dapat Perlakuan Khusus, PAD Rp5 Miliar Tak Bisa Disamakan
Ekonomi Bisnis

Apkasi Minta Daerah Timur Dapat Perlakuan Khusus, PAD Rp5 Miliar Tak Bisa Disamakan

Rika Pangestidusep-malik
Last updated: Juli 30, 2026 4:53 pm
By
Rika Pangesti
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan...
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
1 jam lalu
Share
Ilustrasi Rupiah dan Pendapatan. (Sumber: Unsplash/ Defrino Maasy)
Ilustrasi Rupiah dan Pendapatan. (Sumber: Unsplash/ Defrino Maasy)
SHARE

Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) meminta pemerintah pusat memberikan perlakuan khusus bagi daerah dengan kapasitas fiskal rendah, terutama di kawasan Indonesia Timur. Sebab, kemampuan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang kecil membuat kabupaten kesulitan mengejar ketertinggalan pembangunan.

Daftar isi Konten
  • Fiskal Tak Bisa Disamakan
  • Perlu Regulasi Fleksibel

Ketua Umum Apkasi periode 2025–2030, Bursah Zarnubi, mengatakan kebijakan transfer ke daerah seharusnya tidak disamaratakan. Karena, daerah yang hanya memiliki PAD beberapa miliar rupiah membutuhkan dukungan lebih besar dari pemerintah pusat.

Khususnya ini saya selalu mengatakan, fiskal yang sangat kecil daerah-daerah tertentu hendaknya pemerintah pusat adakan perlakuan khusus secara adil,”

kata Bursah dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi II DPR RI dan Menteri Dalam Negeri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 30 Juli 2026. 
Baca juga:
Dompet Daerah Kerap 'Buntung', APKASI Minta Pusat Stop Sunat Anggaran… Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) meminta pemerintah tidak lagi memangkas anggaran…
Apkasi Keluhkan DBH Sawit Ciptakan Ketimpangan: Daerah Penghasil Tetap Miskin Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) membongkar ketimpangan pembagian Dana Bagi Hasil…
Masalah Gaji PPPK Mendesak, DPR Cari Solusi Panggil Mendagri dan… Komisi II DPR RI menggelar rapat bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian…
  • Dompet Daerah Kerap 'Buntung', APKASI Minta Pusat Stop Sunat Anggaran TKD 2027
  • Apkasi Keluhkan DBH Sawit Ciptakan Ketimpangan: Daerah Penghasil Tetap Miskin
  • Masalah Gaji PPPK Mendesak, DPR Cari Solusi Panggil Mendagri dan APKASI

Fiskal Tak Bisa Disamakan

Bursah mencontohkan masih ada daerah yang hanya memiliki PAD sekitar Rp5 miliar hingga Rp10 miliar. Kondisi tersebut, menurutnya, tidak bisa disamakan dengan daerah yang memiliki kemampuan fiskal jauh lebih besar.

Harus ada perlakuan khusus di dalam transfer daerah agar ada terasa keadilan, khususnya di NTT, di daerah-daerah timur yang memang diperlukan perlakuan khusus soal-soal seperti ini,”

ujarnya.

Selain meminta skema transfer yang lebih berpihak kepada daerah berkapasitas fiskal rendah, Apkasi juga mengusulkan pemerintah memperluas kewenangan daerah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ilustrasi uang rupiah.
Ilustrasi uang rupiah. (Sumber: Unsplash/Mufid Majnun)

Perlu Regulasi Fleksibel

Menurut Bursah, ruang fiskal daerah saat ini semakin sempit, sementara pemanfaatan aset daerah masih terkendala regulasi yang belum fleksibel.

Permasalahan yang kami hadapi untuk mengoptimalisasi PAD adalah ruang fiskal daerah semakin terbatas, pemanfaatan aset daerah belum optimal, dan kewenangan daerah dalam menggali PAD masih terbatas,”

katanya.

Karena itu, Apkasi mengusulkan deregulasi pemanfaatan aset daerah serta penyederhanaan aturan kerja sama antara pemerintah dan badan usaha agar pemerintah daerah memiliki ruang lebih besar untuk meningkatkan penerimaan daerah.

Selain itu, Apkasi juga meminta adanya sinkronisasi penggunaan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dengan rencana pembangunan daerah agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Baca juga:
Kepala Daerah Papua Protes Ketimpangan Infrastruktur: Pembangunan di RI Kurang… Sejumlah kepala daerah di Tanah Papua meminta pemerintah pusat menjadikan pembangunan infrastruktur…
Sudah Dikunci dari Jakarta, Papua Barat Daya Bongkar Sulitnya Kelola… Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya mengkritik mekanisme pengelolaan dana Otonomi Khusus (Otsus)…
Wagub Papua Barat Daya Curhat: Kami Provinsi, Tapi APBD Masih… Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya menilai tujuan pemekaran daerah untuk mempercepat pembangunan…
  • Kepala Daerah Papua Protes Ketimpangan Infrastruktur: Pembangunan di RI Kurang Adil
  • Sudah Dikunci dari Jakarta, Papua Barat Daya Bongkar Sulitnya Kelola Dana Otsus
  • Wagub Papua Barat Daya Curhat: Kami Provinsi, Tapi APBD Masih Rasa Kabupaten
Tag:Anggaran DaerahAPKASIfiskalPendapatan Asli Daerahtransfer daerah
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Follow:
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan pemahaman akademis dengan pengalaman lapangan — termasuk meliput untuk tvOnenews.com sejak 2022.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Arti Istilah “Orang Have” hingga “Orang Not Yet”, Bahasa Gaul Gen Z yang Lagi Viral di Media Sosial
By Ani Ratnasari
Ilustrasi percakapan gen z
1
Digiring KPK dengan Rompi Oranye, Bupati Pemalang Anom Minta Maaf Usai Kena OTT
By Rahmat Baihaqi
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro ditahan KPK usai kena OTT.
2
Survei Meroket Lewati Prabowo, Akankah Dedi Mulyadi Tinggalkan Gerindra demi Capres 2029?
By Rahmat Tunny
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (tengah) berjalan menuju ruangan setibanya di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (11/12/2025).
3
Putusan MK Diabaikan, Prabowo Harus Tegas soal Wamen yang Masih Rangkap Komisaris BUMN
By Hardani Triyoga
Presiden Prabowo saat memimpin Ratas
4
Jangan Paksa Smelter Bangun Rantai Nilai LTJ Sendiri, Ini Usulan Industri Nikel
By Natania Longdong
Pemurnian dan peleburan nikel (Sumber: Dok Ifishdeco)
5

BERITA LAINNYA

Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti memberikan keterangan pers usai mengikuti rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (27/7/2026). (Sumber: Antara Foto/Hafidz Mubarak A/tom)
Ekonomi Bisnis

Prabowo Goda Destry Jadi Gubernur BI Definitif: Oke Nggak? Terserah DPR

Presiden Prabowo Subianto memberi sinyal terkait pengisian kursi Gubernur Bank Indonesia (BI)…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
36 menit lalu
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Senin (13/7/2026).
Ekonomi Bisnis

Tak Sejalan Lagi, Rupiah Melemah ke Rp18.111 per Dolar AS Tapi IHSG Menguat 1,56 Persen

Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup bertolak belakang…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
2 jam lalu
Petani melakukan aktivitas bongkar muat Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit hasil panen miliknya di Desa Cot Darat, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat, Aceh, Jumat (17/7/2026).
Ekonomi Bisnis

Apkasi Keluhkan DBH Sawit Ciptakan Ketimpangan: Daerah Penghasil Tetap Miskin

Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) membongkar ketimpangan pembagian Dana Bagi Hasil…

Rika Pangestidusep-malik
By
Rika Pangesti
Dusep Malik
2 jam lalu
Pekerja mengumpulkan biji buah sawit yang terpisah dari tandanya di salah satu pengepul di Pangalle, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Kamis (11/6/2026).
Ekonomi Bisnis

BPDP Kantongi Rp22,7 Triliun dari Pungutan Sawit di Semester I-2026

Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mencatat penerimaan dana pungutan ekspor kelapa sawit…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
3 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up