Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 tumbuh di atas 5 persen. Penopang berasal dari investasi dan insentif pemerintah.
“(Pertumbuhan masih) di atas 5 persen. Kuartal II masih terkait dengan investasi, terkait dengan beberapa insentif yang didorong oleh pemerintah,”
ujar Airlangga, Kamis, 30 Juli 2026, di Jakarta.
Nasib Kuartal III dan IV
Airlangga juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal III dan IV tumbuh dengan didorong oleh belanja pemerintah dan investasi.
“Investasi kemarin sebetulnya minat untuk investasi relatif tinggi, tetapi mereka minta ada beberapa hal yang terkait dengan debottlenecking, termasuk diantaranya terkait dengan perizinan,”
kata dia.
Stimulus
Adapun pemerintah menggelontorkan anggaran Rp26,34 triliun pada semester II-2026. Terdapat delapan kebijakan yang disiapkan untuk mendorong konsumsi domestik, dan pencapaian target pertumbuhan ekonomi di tengah gejolak global.
Delapan kebijakan itu dibagi dalam tiga pilar yakni stimulus ekonomi dan insentif dengan anggaran Rp2,4 triliun, magang dan vokasi yang mencapai Rp6,26 triliun, serta bantuan pangan sebesar Rp18,04 triliun.























