Program insentif mandatori biodiesel berhasil menyelamatkan devisa negara hingga Rp722,9 triliun selama dekade 2015-2025, berdasar catatan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).
Direktur Keuangan, Manajemen Risiko & Umum BPDP Zaid Burhan Ibrahim mengatakan penghematan devisa tercapai karena Indonesia mampu mengurangi impor bahan bakar solar melalui pemanfaatan biodiesel berbasis minyak sawit.
“(Merujuk) program ini, terdapat penghematan devisa Indonesia sekitar Rp722,9 triliun karena tidak harus membeli bahan bakar solar dari luar negeri. Sebagian kebutuhan dipenuhi oleh bahan bakar nabati,”
ujar Zaid dalam media briefing, Kamis, 30 Juli 2026.
Nilai insentif yang telah disalurkan selama satu dekade mencapai Rp240 triliun dan total penyaluran 83,8 juta kiloliter.






