Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 31 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • Piala Dunia 2026
  • MBG
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / 80 Persen Beras Fortifikasi Tak Penuhi Standar, Kementan Ancam Cabut Izin Produsen
Ekonomi Bisnis

80 Persen Beras Fortifikasi Tak Penuhi Standar, Kementan Ancam Cabut Izin Produsen

dusep-malikNisa-OWRITE
Last updated: Juli 31, 2026 7:24 pm
By
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
Anisa Aulia
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro...
Follow:
1 jam lalu
Share
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (Foto:: .pertanian.go.id)
SHARE

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan sekitar 80 persen beras fortifikasi yang beredar tidak memenuhi standar mutu. Sehingga, diperkirakan menyebabkan potensi kerugian konsumen sekitar Rp71 triliun, dan kerugian negara dari sisi subsidi pangan hingga Rp56 triliun.

Daftar isi Konten
  • Subsidi Beras
  • Izin Terancam Dicabut

Amran menegaskan beras fortifikasi merupakan pangan bergizi yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, kelompok rentan, dan anak-anak yang berisiko mengalami stunting. Karena itu, harganya seharusnya tidak jauh berbeda dengan beras medium.

Fortifikasi itu diberikan vitamin-vitamin khusus untuk masyarakat menengah ke bawah, orang yang stunting, atau kekurangan gizi. Logikanya harganya harus murah, minimal setara beras medium atau sedikit lebih tinggi karena ada tambahan vitamin. Tapi ternyata ada yang dijual sampai Rp42 ribu per kilogram. Ini tidak masuk akal, ini akal-akalan,”

kata Amran dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 31 Juli 2026.
Baca juga:
490 Pemda Kurang Duit, Ekonom: Pemerintah Pusat Bangun Sentralisasi Fiskal… Ekonom Universitas Andalas Syafruddin Karimi menyoroti pemetaan yang dilakukan pemerintah, kepada 490…
Ancaman Kemarau Panjang Bayangi Nusantara: El Nino Kategori Kuat Awet… Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa fenomena El Nino kini…
Kepuasan Publik Anjlok, Hasan Nasbi Harus Bertanggung Jawab atas Blunder… Pengamat politik Universitas Pelita Harapan (UPH), Emrus Sihombing menilai, komunikasi publik Presiden…
  • 490 Pemda Kurang Duit, Ekonom: Pemerintah Pusat Bangun Sentralisasi Fiskal Berkedok Efisiensi
  • Ancaman Kemarau Panjang Bayangi Nusantara: El Nino Kategori Kuat Awet Hingga Awal…
  • Kepuasan Publik Anjlok, Hasan Nasbi Harus Bertanggung Jawab atas Blunder Komunikasi Prabowo

Amran mengatakan, dari hasil pemeriksaan terhadap sampel beras fortifikasi menunjukkan bahwa sekitar 80 persen produk tidak memenuhi standar fortifikasi. Dari tiga laboratorium yang telah menyelesaikan pengujian, sebagian besar sampel dinyatakan bukan beras fortifikasi atau tidak memenuhi standar yang dipersyaratkan.

Yang terdaftar itu sekitar 80 persen tidak sesuai standar. Harga rata-ratanya Rp22.665 per kilogram, bahkan ada yang mencapai Rp42 ribu ini sangat ekstrem. Kami menggunakan banyak laboratorium agar hasilnya akurat dan seluruh temuan akan kami tindak lanjuti,”

terangnya.

Subsidi Beras

Ilustrasi Beras SPHP (sumber: Badan Pangan Nasional/Bapanas)
Ilustrasi Beras SPHP (sumber: Badan Pangan Nasional/Bapanas)

Amran menuturkan, pemerintah saat ini mengalokasikan subsidi sektor pangan sekitar Rp164 triliun pada 2026. Dari jumlah tersebut, potensi subsidi yang melekat pada peredaran beras fortifikasi diperkirakan mencapai sekitar Rp56 triliun. 

Maka dari itu, praktik menjual beras yang tidak sesuai standar dan harga tinggi dinilai sebagai bentuk penyalahgunaan terhadap barang yang proses produksinya telah didukung berbagai subsidi pemerintah.

Selain merugikan masyarakat sekitar Rp71 triliun, juga merugikan negara karena subsidi yang diberikan tidak tepat sasaran,”

katanya.

Ia menilai modus tersebut merupakan pola yang mirip dengan kasus dugaan beras premium yang sebelumnya diungkap Kementerian Pertanian. Setelah ruang gerak pada beras premium dipersempit, pelaku diduga mengalihkan praktiknya ke beras fortifikasi yang memiliki margin keuntungan lebih besar.

Dugaannya terjadi pergeseran. Karena premium sudah kita kunci pengawasannya, mereka bergeser ke fortifikasi. Bayangkan kalau dijual sampai Rp42 ribu per kilogram, keuntungan yang diperoleh sangat besar,”

katanya.

Amran memastikan pemerintah tidak akan berhenti memberantas mafia pangan meski menghadapi berbagai tekanan. Menurutnya, yang diperjuangkan pemerintah adalah hak masyarakat untuk memperoleh pangan berkualitas dengan harga yang wajar.

Kita tidak boleh berhenti memerangi mafia pangan. Ini bukan sekadar soal angka, tetapi mereka merampas hak rakyat. Yang dirugikan adalah masyarakat kecil yang seharusnya mendapat pangan bergizi dengan harga terjangkau,”

terangnya.

Izin Terancam Dicabut

Stok beras nasional akhir tahun
Stok beras nasional akhir tahun (ANTARA FOTO/Andri Saputra/rwa.)

Saat ini, Kementan telah mengantongi barang bukti dan tengah menyelesaikan proses administrasi sebelum menyerahkan seluruh hasil pemeriksaan kepada aparat penegak hukum. 

Amran menyatakan pemerintah juga menyiapkan sanksi administratif berupa pencabutan izin edar bagi produsen yang terbukti melanggar.

Saya sudah minta dicek sedetail mungkin kalau sudah terbukti melanggar izinnya kami cabut. Yang melanggar harus diberi hukuman berat agar memberikan efek jera,”

tegas Amran.

Berdasarkan hasil pengawasan sebelumnya, terdapat 15 merek beras fortifikasi yang menjadi objek pemeriksaan dan sekitar 80 persen sampel dinyatakan tidak memenuhi standar. 

Kementan memastikan pengawasan akan terus diperluas melalui koordinasi dengan Satgas Pangan dan aparat penegak hukum untuk memastikan seluruh produk beras fortifikasi yang beredar benar-benar sesuai standar mutu dan melindungi hak masyarakat.

Baca juga:
Putusan MK Diabaikan, Prabowo Harus Tegas soal Wamen yang Masih… Pengamat politik Ray Rangkuti menyoroti dugaan masih adanya sejumlah wakil Menteri Kabinet…
Menyibak Duka di Jatiluhur: DPR Desak Polisi Bongkar Kematian Satpam… Anggota Komisi III DPR RI Lola Nelria Oktavia mendesak Polri mengusut tuntas…
Fakta Mengejutkan! Bareskrim Sebut Gas Whip Pink Berisi N2O Murni… Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menemukan indikasi pelanggaran yang dilakukan bos…
  • Putusan MK Diabaikan, Prabowo Harus Tegas soal Wamen yang Masih Rangkap Komisaris…
  • Menyibak Duka di Jatiluhur: DPR Desak Polisi Bongkar Kematian Satpam hingga Akar
  • Fakta Mengejutkan! Bareskrim Sebut Gas Whip Pink Berisi N2O Murni Standar Medis…
Tag:Andi Amran SulaimanberasBeras Fortifikasiberas subsidiBerita PentingKementanSubsidi Pangan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro serta berbagai kebijakan ekonomi yang memengaruhi dunia usaha dan perekonomian Indonesia.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Lima Rekomendasi Sepatu Brand Lokal yang Cocok untuk Berdiri Lama di KRL
By Ani Ratnasari
Ilustrasi sepatu yang biasa digunakan saat beraktivitas
1
Deddy Sitorus Bantah Hina ‘Wartawan Sirkus’ saat Rapat di DPR: Saya Berharap Dapat Diluruskan
By Rika Pangesti
Politisi PDI Perjuangan, Deddy Sitorus
2
Gibran Tak Perlu Disandingkan dengan Dedi Mulyadi, Selisih Elektabilitas Terlalu Jauh
By Rahmat Tunny
Wakil Presiden Gibran Rakabuming
3
Nama-nama Ini Muncul! Kejagung Bongkar 7 Perusahaan Terkait Pengondisian Kasus Besar
By Rahmat Baihaqi
Jaksa Agung Muda bidang Pengawasan Rudi Margono.
4
6 Hakim Dilaporkan ke KY, Diduga Putus Perkara Pakai UU yang Dianulir MK
By Rahmat Baihaqi
Gedung Komisi Yudisial
5

BERITA LAINNYA

LRT City Jatibening. (Sumber: LRT City)
Ekonomi Bisnis

Proyek Apartemen LRT City Mangkrak 7 Tahun, DPR Minta Adhi Karya Tanggung Jawab!

Lebih dari 2.400 konsumen apartemen LRT City masih menunggu kepastian setelah tujuh…

Rika Pangestidusep-malik
By
Rika Pangesti
Dusep Malik
1 jam lalu
Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira. (Sumber: IG @bhimayudhistira)
Ekonomi Bisnis

Celios Kritik Rangkap Jabatan Pejabat Negara di BUMN: Picu Krisis Kepercayaan Investor

Sejumlah pejabat negara melakukan rangkap jabatan di Badan Usaha Milik Negara (BUMN)…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
3 jam lalu
Situasi Bursa Efek Indonesia dan papan IHSG. (Sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

IHSG Menghijau 0,59 Persen dengan 339 Saham Menguat, Ini Proyeksinya

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menghijau pada perdagangan Jumat, 31 Juli…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
3 jam lalu
Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) mengikuti apel bersama di halaman Kantor Gubernur Sulteng, Palu, Sulawesi Tengah,
Ekonomi Bisnis

490 Pemda Kurang Duit, Ekonom: Pemerintah Pusat Bangun Sentralisasi Fiskal Berkedok Efisiensi

Ekonom Universitas Andalas Syafruddin Karimi menyoroti pemetaan yang dilakukan pemerintah, kepada 490…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
3 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up