Tekanan utang rumah tangga dinilai tidak akan selesai hanya dengan bantuan sosial atau kredit berbunga rendah, pemerintah perlu mengubah arah kebijakan dari sekadar menjaga konsumsi menjadi menciptakan sumber pendapatan baru bagi masyarakat.
Tidak ada satu kebijakan tunggal yang bisa memutus lingkaran utang yang sudah terbentuk sistemik. Tapi itu bukan alasan untuk tidak bertindak, justru sebaliknya, itu alasan untuk bertindak secara terstruktur dan cepat,”
kata pengamat ekonomi kreatif Febryan Wishnu, saat dihubungi Owrite, Selasa, 4 Agustus 2026.
Menurutnya, persoalan utang masyarakat sudah berkembang menjadi masalah yang bersifat sistemik sehingga membutuhkan pendekatan yang menyentuh akar persoalan. Karena itu, Wishnu menilai pemerintah tidak perlu terburu-buru meluncurkan program baru, melainkan memperbaiki efektivitas program yang telah berjalan.
Yang paling mendesak menurut saya bukan program baru, tapi perbaikan arsitektur program yang sudah ada. Pertanyaannya adalah apakah semuanya benar-benar menciptakan income baru atau hanya menjadi jaring pengaman sementara,”
ucapnya.
Ia berpandangan, bantuan sosial maupun subsidi konsumsi tetap dibutuhkan. Meski demikian, kebijakan tersebut harus dibarengi dengan upaya meningkatkan kapasitas produktif masyarakat agar tidak terus bergantung pada bantuan pemerintah.







