Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 tumbuh sebesar 5,29 persen secara tahunan atau year on year (yoy), dengan pendorong terbesar yakni konsumsi rumah tangga dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB).
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik M. Edy Mahmud mengatakan konsumsi rumah tangga berkontribusi terbesar pada Produk Domestik Bruto (PDB) yang mencapai 53,32 persen atau tumbuh 5,06 persen. Sedangkan PMTB berkontribusi 29,36 persen dan tumbuh 6,87 persen.
“Kontribusi total dua komponen ini (konsumsi rumah tangga dan PMTB) sebesar 82,68 persen,”
ujar Edy dalam konferensi pers, Rabu, 5 Agustus 2026.
Selain itu, konsumsi pemerintah juga berkontribusi terhadap 7,57 persen atau tumbuh 15,97 persen pertumbuhan ekonomi. Pendorong peningkatan konsumsi ialah realisasi belanja pegawai serta belanja barang dan jasa naik.
Sumber Pertumbuhan
Merujuk sumber pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2026, konsumsi rumah tangga menjadi sumber pertumbuhan tertinggi yakni 2,67 persen. Disusul PMTB (2,06 persen) dan konsumsi pemerintah (1,07 persen).
“Sementara itu net ekspor memberikan sumber pertumbuhan sebesar -0,78 persen,”
tutur Edy.
Bila dirinci, pertumbuhan ekonomi menurut pengeluaran pada kuartal II-2026 yang berasal dari konsumsi rumah tangga, sejalan dengan momentum libur dan hari besar keagamaan. Dalam hal ini pertumbuhan tertinggi pada kelompok restoran dan hotel mencapai 6,47 persen, sedangkan konsumsi transportasi dan komunikasi tumbuh 5,71 persen.
Lalu untuk PMTB pertumbuhan didorong oleh investasi pemerintah dan swasta. Adapun pertumbuhan PMTB terjadi pada sub komponen kendaraan, peralatan lainnya, dan peningkatan realisasi investasi,
Sedangkan untuk konsumsi pemerintah pertumbuhan sejalan dengan naiknya realisasi belanja. Dalam hal ini didorong oleh belanja pegawai sejalan dengan pembayaran gaji ke-13 untuk ASN, TNI, Polri, serta akselerasi pembayaran tunjangan tenaga pendidik non PNS
“Konsumsi pemerintah juga tumbuh didorong oleh peningkatan realisasi belanja barang dan jasa terutama pada belanja barang yang diserahkan kepada masyarakat, salah satunya berupa program MBG,”
kata dia.
Berdasar Wilayah
Edy melanjutkan ekonomi pada kuartal II-2026 tumbuh positif di seluruh wilayah Indonesia. Namun, Pulau Jawa masih memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB senilai 56,47 persen, diikuti Pulau Sumatra yang menyentuh 22,50 persen.
Secara regional, pada kuartal-II 2026 wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, serta Sulawesi tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Pertumbuhan tertinggi terjadi di wilayah Bali dan Nusa Tenggara (6,10 persen), disusul Jawa (5,65 persen), dan Sulawesi (5,53 persen).
























