Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 5 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / BPS Ungkap Kabar Baik dan Buruk: Kemiskinan RI Turun, Tapi Ketimpangan Meroket
Ekonomi Bisnis

BPS Ungkap Kabar Baik dan Buruk: Kemiskinan RI Turun, Tapi Ketimpangan Meroket

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: Agustus 5, 2026 3:46 pm
By
Anisa Aulia
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro...
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
1 jam lalu
Share
Ketimpangan kota di DKI Jakarta. (Sumber: Unsplash/Iqro Rinaldi)
Ketimpangan kota di DKI Jakarta. (Sumber: Unsplash/Iqro Rinaldi)
SHARE

Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2026 mengalami penurunan. Namun, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk RI justru mengalami kenaikan.

Daftar isi Konten
  • Kriteria Pengeluaran Masyarakat Miskin
  • Berdasarkan Wilayah
  • Ketimpangan Naik

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud mengatakan per Maret 2026 jumlah penduduk miskin sebanyak 22,93 juta orang atau turun 0,43 juta orang dibandingkan September 2025 yang mencapai 23,36 juta orang.

Pada Maret 2026 jumlah penduduk miskin di Indonesia sebanyak 22,93 juta orang atau turun sebanyak 0,43 juta orang dibandingkan bulan September 2025. Dari sisi persentase, tingkat kemiskinan pada Maret 2026 mencapai 8,07 persen atau turun sebesar 0,18 persen poin dibandingkan September 2025,”

ujar Edy dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026.
Baca juga:
IHSG dan Rupiah Kompak Ditutup Menguat Usai Ekonomi RI Tumbuh… Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah kompak ditutup menguat…
Turun Jadi 7,22 Juta: BPS Klaim Pengangguran Mei 2026 Terendah… Jumlah pengangguran di Indonesia pada Mei 2026 mencapai 7,22 juta orang atau…
BPS Beberkan 'Mesin' Utama Ekonomi RI Kuartal II-2026 Tumbuh 5,29… Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 tumbuh sebesar…
  • IHSG dan Rupiah Kompak Ditutup Menguat Usai Ekonomi RI Tumbuh 5,29 Persen
  • Turun Jadi 7,22 Juta: BPS Klaim Pengangguran Mei 2026 Terendah dalam 32…
  • BPS Beberkan 'Mesin' Utama Ekonomi RI Kuartal II-2026 Tumbuh 5,29 Persen

Kriteria Pengeluaran Masyarakat Miskin

Gambar ilustrasi tentang kemiskinan di Indonesia. (Gambar dibuat oleh AI)
Gambar ilustrasi tentang kemiskinan di Indonesia. (Gambar dibuat oleh AI)

BPS juga menetapkan garis kemiskinan nasional sebesar Rp669.235 per kapita per bulan pada Maret 2026. Angka ini naik 4,33 persen dibandingkan September 2025 yang sebesar Rp641.443 per kapita per bulan.  

Garis kemiskinan perlu diterjemahkan dalam konteks rumah tangga, sebab, pada umumnya pengeluaran dilakukan secara bersama dalam satu rumah tangga seperti sewa rumah, listrik, hingga konsumsi beras,”

tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa pada Maret 2026, rata-rata satu rumah tangga miskin di Indonesia memiliki 4,62 anggota rumah tangga, sehingga garis kemiskinan rumah tangga secara nasional mencapai Rp3.091.866. 

Angka ini berbeda antar provinsi, bergantung pada tingkat harga, pola konsumsi masyarakat, dan rata-rata jumlah anggota rumah tangga miskin di setiap provinsi,”

jelasnya.

Berdasarkan Wilayah

gambar ilustrasi
gambar ilustrasi. (Foto: Antara)

Berdasarkan wilayah, pada Maret 2026 tingkat kemiskinan di pedesaan sebesar 10,67 persen atau lebih tinggi dibandingkan perkotaan 6,34 persen. Terjadi penurunan tingkat kemiskinan baik di pedesaan maupun perkotaan dibandingkan September 2025.  

Secara spasial, penurunan tingkat kemiskinan terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia. Penurunan paling dalam terjadi di Pulau Jawa, yakni sebesar 0,21 persen poin. 

Meski demikian, jumlah penduduk miskin masih terkonsentrasi di Pulau Jawa mencapai 12,02 juta orang atau 52,42 persen dari total penduduk miskin di Indonesia. Sementara itu, Pulau Kalimantan mencatat jumlah penduduk miskin paling sedikit, yakni 870 ribu orang atau sekitar 3,79 persen dari keseluruhan penduduk miskin di Indonesia.

Ketimpangan Naik

Nilai tukar rupiah
Nilai tukar rupiah (foto: Pexels/ Ahsanjaya )

Adapun BPS mencatat tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia yang diukur menggunakan rasio gini (Gini Ratio) mengalami kenaikan tipis pada Maret 2026. Rasio gini tercatat 0,368, naik dibandingkan 0,363 pada September 2025.

Pada bulan Maret 2026, ketimpangan di Indonesia tercatat 0,368 atau naik 0,005 poin dari September 2025,”

ujar Edy.

Berdasarkan paparannya, rasio gini nasional sempat berada di level 0,384 pada Maret 2021, kemudian turun menjadi 0,381 pada September 2021. Angka tersebut kembali naik menjadi 0,384 pada Maret 2022 sebelum turun ke 0,381 pada September 2022.

Pada Maret 2023, rasio gini meningkat menjadi 0,388, yang merupakan level tertinggi dalam lima tahun terakhir. Setelah itu, ketimpangan kembali menurun menjadi 0,379 pada Maret 2024 dan sedikit naik menjadi 0,381 pada September 2024. 

Selanjutnya, rasio gini membaik hingga mencapai 0,375 pada Maret 2025 dan 0,363 pada September 2025, sebelum kembali meningkat menjadi 0,368 pada Maret 2026.

Dilihat berdasarkan wilayah, ketimpangan di perkotaan masih jauh lebih tinggi dibandingkan pedesaan. Pada Maret 2026, rasio gini di perkotaan mencapai 0,387, naik dari 0,383 pada September 2025, dan di pedesaan rasio gini naik tipis menjadi 0,296 dari 0,295 pada periode yang sama.

Adapun nilai rasio gini berada pada rentang 0 hingga 1, di mana semakin tinggi nilainya menunjukkan tingkat ketimpangan pengeluaran yang semakin besar.

Baca juga:
BPS: Laju Ekonomi RI Kuartal II-2026 Melambat ke 5,29 Persen Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 tumbuh…
Wisman Melancong ke Indonesia Capai 1,39 Juta, Paling Banyak dari… Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang melancong ke Indonesia tercatat mencapai 1,39 juta…
BPS: Impor RI Meroket 34 Persen, Jauh Lampaui Pertumbuhan Ekspor… Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan kinerja ekspor dan impor Indonesia naik pada…
  • BPS: Laju Ekonomi RI Kuartal II-2026 Melambat ke 5,29 Persen
  • Wisman Melancong ke Indonesia Capai 1,39 Juta, Paling Banyak dari Malaysia
  • BPS: Impor RI Meroket 34 Persen, Jauh Lampaui Pertumbuhan Ekspor pada Juni…

Tag:BPSKemiskinanKetimpanganPendapatanpenduduk miskinpengeluaran
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro serta berbagai kebijakan ekonomi yang memengaruhi dunia usaha dan perekonomian Indonesia.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Narasi Tim Jokowi soal Gelar Raja di NTT Berubah-ubah, Kredibilitas Politik Terancam
By Rahmat Tunny
Presiden RI ke-7 Joko Widodo atau Jokowi saat di NTT.
1
Kenapa Makin Banyak Nyamuk di Musim Kemarau? Ini Penjelasan Ilmiahnya 
By Ani Ratnasari
Nyamuk saat musin panas
2
‘Amunisi’ 9 Kejanggalan: Kubu Febrie Adriansyah Seret Kejagung dan Polri via Praperadilan
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi kuasa hukum Febrie Adriansyah ajukan gugatan praperadilan.
3
Viral Pasien BPJS Soroti Komentar Nakes yang Tak Berempati
By Syifa Fauziah
Petugas melayani warga peserta program BPJS Kesehatan di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Pusat, Jakarta
4
Polemik ‘Gerombolan Sirkus’, Deddy Sitorus Layangkan Somasi dan Ultimatum 3×24 Jam ke Pengurus KWP
By Rika Pangesti
Anggota Komisi II DPR RI Deddy Yevri Sitorus
5

BERITA LAINNYA

Pekerja mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Dhemas Reviyanto/wsj)
Ekonomi Bisnis

IHSG dan Rupiah Kompak Ditutup Menguat Usai Ekonomi RI Tumbuh 5,29 Persen

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah kompak ditutup menguat…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
12 menit lalu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor Kemenkeu Jakarta (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Pajak Marketplace Batal Berlaku 1 Agustus 2026, Purbaya: Sampai Daya Beli Membaik

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menunda penerapan pemungutan Pajak Penghasilan (PPh) bagi…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
18 menit lalu
Bahan Bakar Avtur
Ekonomi Bisnis

Kemenhub Turunkan Batas Fuel Surcharge Maskapai, Buntut Harga Avtur Melorot

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyesuaikan besaran maksimal biaya tambahan bahan bakar (fuel surcharge)…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
23 menit lalu
Ilustrasi rantai energi biodiesel berkelanjutan.
Ekonomi Bisnis

Kementerian ESDM Ungkap Alasan HIP Biodiesel Juli 2026 Tembus Rp14.562 per Liter

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkap alasan di balik penetapan…

iren natania longdongowrite-adi-briantika
By
Natania Longdong
Adi Briantika
3 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up