Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 5 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • Piala Dunia 2026
  • MBG
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Revisi RKAB 2026: Indef Ingatkan Pemerintah Tak Sekadar Pembagian Kuota Nikel dan Batu Bara
Ekonomi Bisnis

Revisi RKAB 2026: Indef Ingatkan Pemerintah Tak Sekadar Pembagian Kuota Nikel dan Batu Bara

iren natania longdongowrite-adi-briantika
Last updated: Agustus 5, 2026 1:03 pm
By
Natania Longdong
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id,...
Follow:
Adi Briantika
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Follow:
2 jam lalu
Share
Ilustrasi pembagian nikel dan batu bara.
Ilustrasi pembagian nikel dan batu bara. (Dibuat oleh AI)
SHARE

Indef Green Transition Initiative (GTI) mengingatkan pemerintah agar revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 untuk komoditas nikel dan batu bara tidak dipahami hanya sebagai kebijakan penambahan kuota produksi. 

“Indef GTI menilai revisi RKAB 2026 tidak dapat dinilai hanya dari besar-kecil kuota produksi, tetapi harus dilihat dari persoalan yang hendak dikoreksi. RKAB perlu ditempatkan sebagai instrumen untuk menjaga keseimbangan pasokan, harga, kebutuhan industri hilir, penerimaan negara, dan konservasi cadangan,”

kata Direktur Indef GTI Imaduddin Abdullah, Rabu, 5 Agustus 2026.
Baca juga:
Lawan Cap 'Sok Tahu' Bahlil: Greenpeace Ungkap Tambang Nikel Masih… Greenpeace Indonesia membantah tudingan "sok tahu" yang dilontarkan Menteri Energi dan Sumber…
Bahlil: RKAB Tambang Bakal Diprioritaskan bagi Perusahaan dengan Royalti Tinggi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah akan…
Kata Bahlil Soal Polemik Ekspor LTJ yang Bikin Panas Pelaku… Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia buka suara mengenai…
  • Lawan Cap 'Sok Tahu' Bahlil: Greenpeace Ungkap Tambang Nikel Masih Intai Raja…
  • Bahlil: RKAB Tambang Bakal Diprioritaskan bagi Perusahaan dengan Royalti Tinggi
  • Kata Bahlil Soal Polemik Ekspor LTJ yang Bikin Panas Pelaku Usaha

Efektivitas kebijakan RKAB juga tidak hanya ditentukan oleh besaran kuota, tetapi bergantung pada konsistensi pemerintah dalam menjalankan kebijakan. Dia berpendapat perubahan arah kebijakan yang terlalu cepat berpotensi menimbulkan ketidakpastian bagi pelaku usaha.

“Efektivitas RKAB sangat bergantung pada konsistensi kebijakan pemerintah. Pengetatan kuota secara teori dapat mendorong harga melalui pembatasan pasokan, sedangkan penambahan kuota cenderung menahan kenaikan harga. Namun, dampak tersebut hanya akan terjadi apabila pasar yakin kebijakan dijalankan secara konsisten,”

ujar Imaduddin.

Pada tahun ini, pemerintah semula menyesuaikan RKAB untuk mengendalikan pasokan dan menjaga harga, tetapi kemudian membuka revisi karena kekhawatiran kekurangan bahan baku smelter.

Pengajuan

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuka pengajuan revisi RKAB 2026 sejak Juli 2026. Kebijakan tersebut menjadi perhatian pelaku usaha, terutama terkait kepastian kuota produksi batu bara dan bijih nikel di tengah kebutuhan industri domestik, dinamika harga komoditas, serta upaya menjaga penerimaan negara dan cadangan mineral.

Indef menilai revisi RKAB perlu dilakukan secara selektif berdasarkan kebutuhan pasar dan industri yang dapat dibuktikan, realisasi produksi, serta potensi risiko kelebihan pasok. 

Dengan demikian, kebijakan yang diambil tidak hanya memberikan kepastian bagi dunia usaha, tetapi juga menjaga stabilitas pasar dan keberlanjutan pengelolaan sumber daya mineral.

Baca juga:
PHK 1.900 Buruh PT GNI: Negara 'Haram' Lepas Tangan Usai… Rencana PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) memutus hubungan kerja terhadap sekitar 1.900…
Rencana PHK 1.900 Buruh PT GNI: Alarm Keras 'Indikator Semu'… Rencana perusahaan smelter nikel Indonesia di Morowali, Sulawesi Tengah, PT Gunbuster Nickel Industry (GNI),…
BPS: Impor RI Meroket 34 Persen, Jauh Lampaui Pertumbuhan Ekspor… Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan kinerja ekspor dan impor Indonesia naik pada…
  • PHK 1.900 Buruh PT GNI: Negara 'Haram' Lepas Tangan Usai Klaim Manis…
  • Rencana PHK 1.900 Buruh PT GNI: Alarm Keras 'Indikator Semu' Hilirisasi
  • BPS: Impor RI Meroket 34 Persen, Jauh Lampaui Pertumbuhan Ekspor pada Juni…
Tag:Batu baraIndef Green Transition InitiativeKuotanikelRevisiRKAB
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Follow:
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id, ia dikenal lewat reportase mendalam soal bisnis, pertambangan, dan dampak kebijakan energi terhadap masyarakat.
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Kenapa Makin Banyak Nyamuk di Musim Kemarau? Ini Penjelasan Ilmiahnya 
By Ani Ratnasari
Nyamuk saat musin panas
1
Narasi Tim Jokowi soal Gelar Raja di NTT Berubah-ubah, Kredibilitas Politik Terancam
By Rahmat Tunny
Presiden RI ke-7 Joko Widodo atau Jokowi saat di NTT.
2
Viral Isu Tiga Bank Asing Tarik Modal Rp11,5 Triliun Keluar RI, Ekonomi Domestik Masalah?
By Anisa Aulia
Ilustrasi uang rupiah.
3
Cara Menghitung Weton Jodoh Menurut Primbon Jawa, Begini Rumus dan Arti Hasilnya
By Ani Ratnasari
Ilustrasi menghitung weton
4
Elektabilitas Prabowo Merosot, Berbeda dengan SBY dan Jokowi yang Justru Menguat di Awal Kuasa
By Ani Ratnasari
Presiden Prabowo Subianto memberikan pidato saat menghadiri peringatan Harlah ke-28 PKB di Jakarta, Kamis (23/7/2026).
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi rantai energi biodiesel berkelanjutan.
Ekonomi Bisnis

Kementerian ESDM Ungkap Alasan HIP Biodiesel Juli 2026 Tembus Rp14.562 per Liter

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkap alasan di balik penetapan…

iren natania longdongowrite-adi-briantika
By
Natania Longdong
Adi Briantika
11 menit lalu
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi nasional.
Ekonomi Bisnis

BPS Beberkan ‘Mesin’ Utama Ekonomi RI Kuartal II-2026 Tumbuh 5,29 Persen

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 tumbuh sebesar…

Nisa-OWRITEowrite-adi-briantika
By
Anisa Aulia
Adi Briantika
51 menit lalu
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik M. Edy Mahmud dalam konferensi pers di kantornya, 5 Agustus 2026.
Ekonomi Bisnis

BPS: Laju Ekonomi RI Kuartal II-2026 Melambat ke 5,29 Persen

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 tumbuh…

Nisa-OWRITEowrite-adi-briantika
By
Anisa Aulia
Adi Briantika
2 jam lalu
Petugas menunjukan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Bank BSI, Jakarta.
Ekonomi Bisnis

Rupiah Menguat di Level Rp17.969! Dolar AS Loyo, Tapi Ada Ancaman dari Data Ekonomi RI

Nilai tukar rupiah dibuka menguat pada perdagangan Rabu, 5 Agustus 2026. Rupiah…

Nisa-OWRITEHardani Triyoga
By
Anisa Aulia
Hardani Triyoga
3 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up