Nilai tukar rupiah dibuka menguat 0,11 persen atau 19 poin, ke level Rp17.914 per dolar Amerika Serikat (AS), pada perdagangan Kamis, 6 Agustus 2026.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong menyatakan penguatan rupiah didorong oleh optimisme pasar bahwa Selat Hormuz akan segera dibuka.

“Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS di tengah penurunan harga minyak mentah dunia oleh meningkatnya optimisme bahwa Selat Hormuz akan segera dibuka kembali,”

ujar Lukman kepada Owrite.id, hari ini.

Penguatan rupiah ini juga didorong oleh data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2026 senilai 5,29 persen. Angka ini dinilai lebih kuat dari perkiraan pasar.

“Data PDB kuartal II Indonesia yang lebih kuat dari perkiraan juga masih akan mendukung rupiah,”

tutur dia.

Adapun untuk perdagangan hari ini, Lukman mamperkirakan nilai tukar rupiah akan menguat di kisaran Rp17.850 per dolar AS hingga Rp18.000 per dolar AS.

Mata Uang Asia

Berdasar data perdagangan pagi ini, mayoritas nilai tukar negara Asia menguat. Berikut daftarnya:

No.NegaraMata UangKodePergerakan (%)Status
1Won KoreaWonKRW+0,33%Menguat
2Rupee IndiaRupeeINR+0,27%Menguat
3Baht ThailandBahtTHB+0,19%Menguat
4Ringgit MalaysiaRinggitMYR+0,15%Menguat
5Peso FilipinaPesoPHP+0,11%Menguat
6Yen JepangYenJPY+0,06%Menguat
7Dolar SingapuraDolarSGD+0,05%Menguat
8Yuan TiongkokYuanCNY+0,03%Menguat