Harga minyak naik dunia lebih dari 1 persen pada perdagangan Jumat. Karena kekhawatiran pasokan terganggu pasokan, setelah Iran menerbitkan rancangan aturan yang membatasi pelayaran melalui Selat Hormuz.
Kondisi ini mendorong harga minyak mentah Brent untuk kontrak pengiriman Oktober naik 1,22 persen menjadi US$83,50 per barel. Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk kontrak pengiriman September naik 1,11 persen menjadi US$78,15 per barel.
“Kenaikan harga minyak menandakan bahwa dorongan inflasi lebih lanjut dari sektor energi dan situasi di Timur Tengah tidak dapat diabaikan. Hal ini turut mendorong penguatan dolar AS dan menekan harga obligasi pemerintah,”
tulis Westpac dalam sebuah catatan dilansir dari CNBC, Jumat, 7 Agustus 2026.
Larangan Bagi Kapal AS dan Israel
Berdasarkan rancangan rencana yang dipublikasikan oleh Iran, Teheran akan melarang kapal-kapal AS dan Israel melintasi Selat Hormuz. Selain itu, negara-negara lain yang dianggap telah merugikan Iran juga tidak akan diizinkan melintas hingga memberikan kompensasi.
Meskipun Iran dan Oman dilaporkan sedang merundingkan kesepakatan untuk menentukan rute transit di Selat Hormuz, kesepakatan tersebut belum diumumkan. Menurut laporan media, kapal yang masuk diperkirakan akan melintasi perairan Iran, sedangkan kapal yang keluar akan melalui perairan Oman.
“Di sisi lain, kekhawatiran terhadap pasokan juga meningkat setelah Ukraina semalam menyerang dua kilang minyak utama Rusia yakni Yaroslavl/Yanos dan fasilitas Novoil milik Bashneft. Selain itu, impor minyak mentah Arab Saudi oleh Amerika Serikat pada Juli tercatat nol untuk pertama kali sejak 1985,”
tulis UOB dalam risetnya.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump di Ruang Oval mengatakan bahwa ia meyakini perang yang melibatkan Iran akan berakhir dalam waktu yang tidak lama lagi.

























