Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah ditutup berlawanan arah pada Senin, 10 Agustus 2026. Rupiah ditutup menguat, sedangkan IHSG melemah.
Rupiah tercatat berotot 0,79 persen atau 142 poin ke level Rp17.755 per dolar Amerika Serikat (AS). Sementara IHSG merosot 0,69 persen ke level 6.365.
Selain rupiah, sejumlah mata uang negara Asia juga turut menguat diantaranya Yuan Tiongkok (CNY) 0,02 persen, Baht Thailand (THB) menguat 0,21 persen, dan Peso Filipina (PHP) menguat 0,34 persen terhadap dolar AS.
Pencalonan Destry


Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengungkapan penguatan rupiah ini didorong oleh diajukannya Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) definitif.
Presiden Prabowo Subianto resmi mengajukan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia definitif kepada DPR. Penunjukan ini tertuang dalam Surat Presiden (Surpres) yang telah diserahkan kepada pimpinan DPR untuk mengisi posisi kepala bank sentral,”
ujar Ibrahim dalam risetnya Senin, 10 Agustus 2026.
Selain itu, Ibrahim menyoroti melemahnya kepercayaan konsumen Indonesia pada Juli 2026. Indeks keyakinan konsumen (IKK) turun menjadi 116,8 dari 117,8 pada Juni 2026.
Penurunan tersebut menjadi yang ketiga secara beruntun. Tren ini menunjukkan konsumen mulai lebih berhati-hati dalam melihat kondisi ekonomi dan menentukan keputusan belanja,”
jelasnya.
Saham Melemah


Di samping itu, nilai transaksi IHSG tercatat sebesar Rp18,1 triliun dengan melibatkan 46,9 miliar saham dalam 2,6 juta kali transaksi. Sebanyak 287 saham naik, 180 tidak bergerak, dan 329 turun.
Dilansir dari Stockbit, sejumlah saham yang mengalami penurunan terdalam alias top loser sebagai berikut:
- PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) melemah 15 persen ke Rp2.040
- PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) melemah 14,94 persen ke Rp655
- PT Voksel Electric Tbk (VOKS) melemah 10,37 persen ke Rp242
Sementara saham yang paling banyak dijual asing atau net foreign sell diantaranya:
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp93,08 miliar
- PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) sebesar Rp69,35 miliar
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp60,43 miliar






















