Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah kompak ditutup melemah pada Selasa, 11 Agustus 2026. Rupiah amblas 0,60 persen ke level Rp17.861 per dolar Amerika Serikat (AS), dan IHSG melemah 1,53 persen ke 6.267.
Berdasarkan data perdagangan sore ini, sejumlah nilai tukar Asia turut melemah diantaranya Peso Filipina (PHP) sebesar 0,84 persen, Baht Thailand (THB) 0,45 persen.
Lalu Rupee India (INR) melemah 0,15 persen, Dolar Singapura (SGD) melemah 0,06 persen, Yen Jepang (JPY) 0,05 persen, Ringgit Malaysia (MYR) melemah sebesar 0,03 persen.
Pendorong Rupiah


Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengungkapkan melemahnya rupiah ini karena AS dan Iran sama-sama menuntut kompensasi atas serangan militer baru-baru ini.
Hal ini memupus harapan bahwa kedua pihak sudah mendekati kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz. Keduanya juga melontarkan klaim yang bertentangan mengenai status Selat Hormuz,”
ujar Ibrahim dalam risetnya Selasa, 11 Agustus 2026.
Selain itu, pasar saat ini bersikap waspada terhadap agenda tinjauan MSCI untuk bulan Agustus 2026 yang dijadwalkan pada 12 Agustus 2026. Sebab perubahan penyeimbangan ulang atau rebalancing akan mulai berlaku setelah 31 Agustus.
Kendati demikian, tekanan penurunan pasar sedikit tertahan oleh langkah Presiden Prabowo yang menunjuk Pelaksana Tugas (Plt.) Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, sebagai calon tunggal pengganti Perry Warjiyo, sehingga meredakan kekhawatiran terkait kepemimpinan,”
tuturnya.
Saham Memerah


Di samping itu, nilai transaksi IHSG tercatat sebesar Rp14,5 triliun dengan melibatkan 35,4 miliar saham dalam 2,1 juta kali transaksi. Sebanyak 141 saham naik, 108 tidak bergerak, dan 542 turun.
Dilansir dari Stockbit, sejumlah saham yang mengalami penurunan terdalam alias top loser sebagai berikut:
- PT Sumi Indo Kabel Tbk (IKBI) melemah 14,94 persen ke Rp655
- PT SLJ Global Tbk (SULI) melemah 14,78 persen ke Rp98
- PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) melemah 14,50 persen ke Rp560
Sementara saham yang paling banyak dijual asing atau net foreign sell diantaranya:
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebesar Rp369,59 miliar
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp302,73 miliar
- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) sebesar Rp127,12 miliar






















