Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah ditutup berlawanan arah pada Kamis, 13 Agustus 2026. IHSG mengalami pelemahan, sedangkan rupiah stagnan.

Mata uang rupiah ditutup stagnan di level Rp17.877 per dolar Amerika Serikat (AS). Sedangkan IHSG justru ditutup anjlok sebesar 1,13 persen ke level 6.301.

Berdasarkan data perdagangan hari ini, selain rupiah nilai tukar di negara Asia yang ditutup stagnan adalah Yuan Tiongkok (CNY) dan Dolar Singapura (SGD).

Sentimen Rupiah dan IHSG

Nilai tukar rupiah berada di level Rp18.109 per dolar AS pada perdagangan Senin (13/7) sore, rupiah melemah 44 poin atau 0,24 persen dibandingkan dari penutupan sebelumnya di level Rp 18.065 per dolar AS imbas ketegangan geopolitik AS-Iran yang meningkat di Timur Tengah. (Sumber: Antara Foto/M Risyal Hidayat/foc)
Nilai tukar rupiah berada di level Rp18.109 per dolar AS pada perdagangan Senin (13/7) sore, rupiah melemah 44 poin atau 0,24 persen dibandingkan dari penutupan sebelumnya di level Rp 18.065 per dolar AS imbas ketegangan geopolitik AS-Iran yang meningkat di Timur Tengah. (Sumber: Antara Foto/M Risyal Hidayat/foc)

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong memproyeksikan rupiah akan melemah pada perdagangan hari ini di kisaran Rp17.800-Rp17.000 per dolar AS. Kondisi itu didorong oleh data inflasi AS dan ketidakpastian damai di Timur Tengah.

Data yang menunjukkan inflasi di AS yang kembali termoderasi namun masih sesuai dengan ekspektasi. Namun ketidakpastian seputar prospek perdamaian di Timur Tengah masih terus menekan rupiah,”

ujar Lukman kepada Owrite.

Sedangkan untuk IHSG, keputusan MSCI mempertahankan kebijakan pembekuan indeks Indonesia tanpa melakukan penghapusan besar-besaran seperti pada tinjauan sebelumnya sedikit memberi harapan.

Keputusan MSCI mempertahankan kebijakan pembekuan indeks Indonesia tanpa melakukan penghapusan besar-besaran seperti pada tinjauan sebelumnya, sebenarnya sedikit lebih baik dari harapan, namun penghapusan ini tentunya akan berdampak pada US$750 juta passive outflow,”

tuturnya.

Saham Turun dan Kabur

Warga mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Warga mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026). (ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/bar)

Di samping itu, nilai transaksi IHSG tercatat sebesar Rp13,6 triliun dengan melibatkan 28,3 miliar saham dalam 1,9 juta kali transaksi. Sebanyak 452 saham turun, 164 tidak bergerak, dan 175 saham naik.

Dilansir dari Stockbit, sejumlah saham yang mengalami penurunan terdalam alias top loser sebagai berikut:

  • PT Duta Anggada Realty Tbk (DART) anjlok 14,95 persen ke Rp182
  • PT Bhuwanatala Indah Permai Tbk (BIPP) melemah 14,86 persen ke Rp63
  • PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) melemah 14,74 persen ke Rp665

Sementara saham yang paling banyak dijual asing atau net foreign sell diantaranya:

  • PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp245,71 miliar
  • PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) sebesar Rp98,39 miliar
  • PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) sebesar Rp30,96 miliar