Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) meminta nikel ditetapkan sebagai komoditas perintis dalam pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS). APNI menilai nikel layak menjadi komoditas pertama karena Indonesia merupakan produsen nikel terbesar dunia dengan basis industri yang dinilai paling siap.
Ketua Umum APNI Komjen Pol. Purn. Nanan Soekarna mengatakan nikel memiliki posisi strategis untuk menjadi pasar perintis BMKS, mengingat besarnya produksi nasional dan perkembangan industri pengolahan nikel di dalam negeri.
Nikel harus menjadi pasar perintis bursa ini. Bukan karena kebetulan, tetapi karena Indonesia memang produsen nikel terbesar dunia dan memiliki basis industri paling siap,”
kata Nanan dalam keterangan resmi, Selasa, 18 Agustus 2026.
Momentum Pembentukan Harga


Ia menilai pembentukan BMKS dapat menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat kendali atas pembentukan harga komoditas strategis, khususnya nikel. Selama ini, meski Indonesia menjadi salah satu pemasok utama nikel dunia, referensi harga dan transaksi mineral strategis masih banyak mengacu pada bursa luar negeri.
APNI menyebut kondisi tersebut membuat besarnya volume produksi nikel Indonesia belum sepenuhnya diikuti dengan kendali terhadap pembentukan harga. Karena itu, kehadiran bursa mineral nasional diharapkan dapat mendorong Indonesia beralih dari sekadar price taker menjadi pembentuk pasar.
Gagasan tersebut sejalan dengan perjuangan APNI mendorong pembentukan Indonesia Metal Exchange (IMEX) sejak 2023.
Transparansi Harga


Dengan BMKS, APNI berharap Indonesia dapat membangun Indonesia Reference Price yang mencerminkan kondisi pasar dan karakteristik komoditas dalam negeri. Bursa tersebut juga diharapkan memperkuat transparansi harga serta memberikan acuan yang lebih dekat dengan aktivitas produksi dan perdagangan mineral nasional.
Namun, APNI mengingatkan keberhasilan bursa tidak semata ditentukan oleh kecepatan peluncuran.
Keberhasilan bursa ini akan ditentukan oleh seberapa kuat integritas data, kejelasan tata kelola, dan keterlibatan penambang nasional sejak hari pertama,”
ujarnya.
























