Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan rupiah kembali bergerak kompak usai ditutup menguat pada Kamis, 20 Agustus 2026. Rupiah menguat 0,52 persen ke level Rp17.748 per dolar AS, dan IHSG menguat 1,68 persen ke 6.501.
Berdasarkan data perdagangan sore ini, selain rupiah sejumlah nilai tukar turut menguat diantaranya Dolar Singapura (SGD) 0,02 persen, Rupee India (INR) menguat 0,06 persen.
Kemudian Yuan Tiongkok (CNY) menguat 0,10 persen, Baht Thailand (THB) menguat 0,19 persen, Peso Filipina (PHP) menguat 0,26 persen, serta Ringgit Malaysia (MYR) menguat 0,45 persen.
Sentimen Rupiah


Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengungkapkan pelemahan rupiah ini karena pasar merespons positif terhadap pemerintah yang berencana memangkas kuota BBM bersubsidi secara signifikan pada 2027.
Kebijakan tersebut berpotensi berdampak terhadap masyarakat pengguna BBM bersubsidi, terutama untuk jenis BBM Pertalite,”
ujar Ibrahim dalam analisisnya Kamis, 20 Agustus 2026.
Selain itu, sikap hati-hati masih dilihat para investor yang terus membayangi pasar menjelang rilis data transaksi berjalan kuartal II-2026 yang dijadwalkan pekan ini,.
Mengingat defisit pada kuartal pertama sempat melebar ke tingkat terbesar sejak 2019 akibat kinerja perdagangan yang melemah akibat gejolak geopolitik di Timur Tengah yang menyebabkan harga minyak mentah dunia terus menguat,”
terangnya.
Saham Menguat


Di samping itu, nilai transaksi IHSG tercatat sebesar Rp15 triliun dengan melibatkan 43,6 miliar saham dalam 2,2 juta kali transaksi. Sebanyak 452 saham naik, 150 tidak bergerak, dan 190 turun.
Dilansir dari Stockbit, sejumlah saham yang mengalami kenaikan tertinggi atau top gainer diantaranya:
- PT Raja Roti Cemerlang Tbk (BRRC) menguat 31,25 persen ke Rp84
- PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) menguat 25 persen ke Rp775
- PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) menguat 24,85 persen ke Rp206






















