Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Karhutla Kalimantan Makin Ganas, Airlangga: Aktivitas Ekonomi Daerah Mulai Terganggu

Terjadinya karhutla itu karena Indonesia saat ini tengah memasuki fenomena El Nino dan pemerintah tengah berupaya memerangi karhutla.

Api membakar sebuah pondok dari bambu di Kelurahan Sabaru, Palangka Raya, Kalimantan Tengah. (Sumber: Antara Foto/Auliya Rahman/wpa)
Api membakar sebuah pondok dari bambu di Kelurahan Sabaru, Palangka Raya, Kalimantan Tengah. (Sumber: Antara Foto/Auliya Rahman/wpa)

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengakui kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah titik di Kalimantan, akan memberikan dampak pada perekonomian daerah tersebut.

Airlangga mengatakan, dampak ekonomi itu timbul karena terganggunya aktivitas masyarakat. Sebab, asap tebal mayoritas menyelimuti langit di wilayah Kalimantan.

Ya tentu dampak perekonomian di wilayah tersebut ya, karena kegiatan ekonomi kan terganggu,”

ujar Airlangga di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat, 21 Agustus 2026.

Kebakaran Jangan Menyebar

Petugas berupaya memadamkan kebakaran lahan di Petuk Katimpun, Palangka Raya, Kalimantan Tengah
Petugas berupaya memadamkan kebakaran lahan di Petuk Katimpun, Palangka Raya, Kalimantan Tengah (ANTARA FOTO/Auliya Rahman/agr)

Adapun untuk meredam dampak semakin parah, Airlangga menilai perlu dilakukan penanggulangan agar kebakaran hutan dan lahan tidak semakin menyebar ke titik lainnya.

Iklan

Perlu ada penanggulangan terhadap karhutla tersebut,”

jelasnya.

Airlangga menyebut, terjadinya karhutla itu karena Indonesia saat ini tengah memasuki fenomena El Nino. Untuk itu, saat ini pemerintah tengah berupaya memerangi karhutla.

Ya kan sekarang kita sedang perangi karhutla, karena memang dalam situasi seperti sekarang kan sudah masuk ke El Nino. Jadi ada beberapa hal yang harus diselesaikan,”

tuturnya.

518 Titik Panas di Kalimantan

Api membakar semak belukar lahan di dekat kawasan permukiman Tegal Sari, Palangka Raya, Kalimantan Tengah
Api membakar semak belukar lahan di dekat kawasan permukiman Tegal Sari, Palangka Raya, Kalimantan Tengah (ANTARA FOTO/Auliya Rahman/hma)

Sebelumnya, karhutla di Kalimantan semakin meluas per 19 Agustus 2026, tercatat ada 518 titik panas (hotspot) berkecepatan tinggi yang terdeteksi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Jumlah ini mengalami lonjakan empat kali lipat dibandingkan hari sebelumnya yang tercatat sebanyak 109 hotspot.

Berdasarkan pemutakhiran Sistem Pemantauan Karhutla (SIPONGI) Kementerian Kehutanan melalui pemantauan satelit NASA-MODIS/Terra-Aqua, Kalimantan Barat tercatat sebagai wilayah dengan titik api terbanyak dengan 259 hotspot.

Disusul dengan Kalimantan Tengah mencatat 242 hotspot, sedangkan Kalimantan Selatan sebanyak 17 hotspot.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.