Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah mulai mengeksekusi program pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas total 100 gigawatt (GW). Program tersebut ditargetkan dilaksanakan secara masif dalam tiga tahun.
Bahlil mengatakan peluncuran program PLTS 100 GW menjadi salah satu langkah pemerintah dalam mewujudkan swasembada dan kedaulatan energi nasional.
Hari ini kita mengambil satu langkah besar untuk mewujudkan apa yang selalu Bapak Presiden arahkan kepada kami. Yaitu swasembada dan kedaulatan energi nasional,”
kata Bahlil saat Launching dan Groundbreaking Program PLTS 100 GWp, di Bali, pada Selasa, 25 Agustus 2026.
11 Hari Usai Pidato Prabowo

Dia menyebut program tersebut mulai dieksekusi pada 25 Agustus 2026, atau 11 hari setelah Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato pengantar RAPBN yang memuat program percepatan implementasi PLTS 100 GW.







