Laju inflasi Indonesia naik menjadi sebesar 3,19 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada Agustus 2026, dari bulan sebelumnya yang sebesar 2,88 persen yoy. Kenaikan inflasi ini didorong oleh kelompok makanan minuman dan tembakau.
Merespons hal ini, Gubernur Bank Indonesia (BI) terpilih Destry Damayanti mengatakan naiknya inflasi itu didorong oleh volatile food atau kelompok bahan makanan. Sehingga, dinilai perlu sinergi antara pemerintah pusat dan daerah untuk menangani inflasi.
Volatile food inflation-nya lagi naik. Nah makanya memang kan BI bersama-sama dengan Pemerintah daerah dan Pemerintah Pusat, kita juga menangani program untuk pengendalian inflasi pangan gitu,”
ujar Destry di Kompleks DPR RI, Jakarta, Selasa, 1 September 2026.
Inflasi Inti RI

Destry menilai meski inflasi mengalami kenaikan, namun inflasi inti masih sebesar 2,92 persen pada Agustus 2026, yang menunjukkan bahwa adanya aktivitas pada perekonomian.







