Harga emas global turun ke level terendah lebih dari dua pekan pada Rabu. Hal itu akibat tertekan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury) dan menguatnya dolar AS, sementara investor menanti data ketenagakerjaan AS untuk mendapatkan petunjuk arah suku bunga.
Dilansir dari Economic Times pada Rabu 2 September 2026, harga emas di pasar spot stabil di US$4.333,49 per ons pada pukul 00.17 GMT, setelah sebelumnya menyentuh level terendah sejak 14 Agustus. Harga emas juga diperdagangkan di bawah rata-rata pergerakan 200 harinya.
Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember turun 0,4 persen menjadi US$4.380,40. Dolar AS tetap menguat, sehingga logam mulia yang dihargai dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.







