Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Minyak Dunia Tembus US$108 per Barel, Bahlil Ungkap Keputusan Berat Prabowo soal Harga BBM Subsidi

Bahlil akui mempertahankan harga BBM subsidi bukan keputusan Ringan, sebab, lonjakan harga minyak dunia berpotensi tambah kebutuhan subsidi.E

Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di SPBU Jalan Majapahit, Semarang, Jawa Tengah. (Sumber: Antara Foto/Aprillio Akbar/nz)
Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di SPBU Jalan Majapahit, Semarang, Jawa Tengah. (Sumber: Antara Foto/Aprillio Akbar/nz)

Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi tidak naik meski harga minyak dunia melonjak hingga menembus US$108 per barel. Pemerintah memilih menahan harga BBM subsidi di tengah potensi bertambahnya beban subsidi untuk menjaga daya beli masyarakat.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, pemerintah terus memantau perkembangan harga minyak dunia yang kembali alami kenaikan. Pihaknya juga melakukan koordinasi dengan Menteri Keuangan dan tentunya Presiden Prabowo Subianto terkait dinamika perkembangan global.

Saya selalu berkoordinasi terus… khususnya menyangkut dengan harga minyak dunia yang tidak menentu. Tetapi pemerintah sampai dengan hari ini memutuskan untuk tetap menjaga harga minyak subsidi tidak ada kenaikan,”

kata Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat, 11 September 2026.

Bukan Keputusan Ringan

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan keterangan pers usai rapat koordinasi (rakor) terkait kebijakan baru tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan keterangan pers usai rapat koordinasi (rakor) terkait kebijakan baru tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/tom)

Bahlil mengakui mempertahankan harga BBM subsidi bukan keputusan yang Ringan bagi pemerintah. Sebab, lonjakan harga minyak dunia berpotensi meningkatkan kebutuhan subsidi, tetapi pemerintah menilai perlindungan terhadap daya beli masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah, menjadi pertimbangan yang lebih penting.

Iklan

Memang ini adalah sesuatu yang tidak ringan, ini sesuatu yang berat. Kenapa? Karena pasti penambahan subsidinya nambah. Tetapi Bapak Presiden Prabowo berpandangan bahwa membela dan menjaga daya beli masyarakat untuk menengah ke bawah itu jauh lebih penting sekalipun dengan berbagai macam hal-hal yang sudah kita lakukan,”

ujarnya.

Di sisi lain, Bahlil mengatakan pemerintah belum melihat rata-rata harga minyak Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) sebagai tekanan yang terlalu besar. 

Sebab, meski harga minyak dunia saat ini telah berada di kisaran US$106–108 per barel, rata-rata ICP sejak awal tahun hingga September masih berada di kisaran US$85–90 per barel.

Sekalipun sekarang sudah menjadi 106 sampai 108 dolar per barel, tapi rata-rata ICP dari Januari sampai dengan bulan September sekarang itu kurang lebih di angka sekitar 85 sampai 90. Jadi masih, overall masih oke, ya,”

tuturnya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.