Badan Pusat Statistik (BPS) mengaku terus melakukan pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), yang beberapa waktu ini menuai sorotan. Sebab, banyak masyarakat yang masuk ke kategori desil tinggi namun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Direktur Metodologi Statistik dan Sains Data BPS, Setia Pramana mengatakan pembaharuan data menjadi langkah penting untuk menjaga akurasi dan relevansi data kependudukan. Menurutnya, kondisi masyarakat di lapangan bersifat dinamis.
Ada informasi mengenai domisili yang berpindah, meninggal, dan sebagaimana, sehingga dilakukan proses pemutakhiran,”
kata Setia dalam keterangannya Minggu, 13 September 2026.
Pemutakhiran Data Bertahap

Setia menjelaskan, pemutakhiran DTSEN terus dilakukan secara bertahap oleh BPS bekerja sama dengan Kementerian Lembaga (K/L) dan pemerintah daerah. Sumber data pemutakhiran dihimpun mulai dari kementerian lembaga, survei, hingga sensus.







