Nilai tukar rupiah dibuka menguat pada pembukaan perdagangan Senin, 14 September 2026. Rupiah tercatat menguat tipis sebesar 0,03 persen ke level Rp17.605 per dolar Amerika Serikat (AS).

Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengungkapkan menguatnya rupiah didorong oleh positifnya sentimen domestik menjelang Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI). Pertemuan rutin bank sentral itu akan berlangsung pada 22-23 September 2026.

Sentimen domestik masih positif menjelang RDG BI. Namun tekanan eksternal bisa membalikkan ini,”

ujar Lukman kepada Owrite Senin, 14 September 2026.

Proyeksi Rupiah

Rupiah & dollar naik
Rupiah & dollar naik

Lukman memperkirakan, untuk perdagangan hari ini rupiah akan melemah terhadap dolar AS. Sentimen pendorong pelemahan berasal dari data inflasi AS yang lebih kuat dari perkiraan.

Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS setelah data inflasi AS yang lebih kuat dari perkiraan, memicu kenaikan kembali pada imbal obligasi AS,”

jelasnya.

Selain itu, Lukman mengatakan bahwa pelemahan rupiah juga akan didorong oleh kenaikan harga minyak mentah yang terus melewati US$100 per barel.

Harga minyak mentah dunia yang juga terus naik melewati US$100 per barel ikut memberikan tekanan pada rupiah,”

ujarnya.

Dengan demikian, untuk keseluruhan perdagangan hari ini Lukman memperkirakan bahwa nilai tukar rupiah akan melemah di level Rp17.550 per dolar AS hingga Rp17.700 per dolar AS.