Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa di Istana Negara, Jakarta, Senin, 14 September 2026.
Pelantikan tersebut menjadi bagian dari perubahan susunan Kabinet Merah Putih untuk sisa masa jabatan 2024-2029. Suahasil sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan dan menjadi pendamping Purbaya di Kementerian Keuangan. Pelantikan dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 97P/2026.
Usai dilantik, Suahasil menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang kembali diberikan Presiden Prabowo kepadanya. Dia mengatakan akan menjalankan amanah tersebut dengan fokus menjaga keuangan negara.
Pelantikan sisa masa jabatan 2024-2029 ini kepercayaan dari Presiden kepada saya. Saya ucapkan terima kasih dan semoga bisa menjalankan amanah dari Bapak Presiden,”
kata Suahasil di Istana Negara, Senin, 14 September 2026.
Fokus Jaga Kesehatan APBN

Suahasil mengatakan arahan Presiden kepadanya antara lain menjaga keuangan negara serta memastikan kredibilitas dan kesehatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Menurut dia, APBN harus mampu menjadi instrumen untuk menjalankan berbagai program pemerintah, khususnya program-program prioritas nasional.
Arahan tadi pagi, menjaga keuangan negara, menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara. APBN harus bisa menjalankan program-program prioritas pemerintah,”
ujarnya.
Suahasil menekankan, pengelolaan APBN ke depan harus tetap kredibel sehingga pemerintah memiliki kemampuan menjalankan agenda prioritas negara.
Dia juga menyinggung peran sekitar 77 ribu pegawai Kementerian Keuangan dalam memperkuat pengelolaan keuangan negara sekaligus mendukung pertumbuhan dan stabilitas ekonomi.
Memperkuat keuangan negara, 77 ribu pegawai untuk tumbuhkan ekonomi dan stabilkan ekonomi. Menjalankan APBN yang kredibel untuk bisa menjalankan program prioritas negara, itu harus kita fokuskan,”
katanya.
Efisiensi Bukan Sekadar Potong Anggaran
Suahasil juga menegaskan efisiensi akan tetap menjadi bagian penting dalam pelaksanaan APBN.
Namun, dia mengingatkan efisiensi tidak boleh dimaknai hanya sebagai pemangkasan belanja pemerintah. Menurutnya, setiap anggaran harus digunakan secara optimal agar menghasilkan manfaat dan output maksimal bagi masyarakat.
Efisiensi adalah bagian gerak APBN. Belanja tentu kita selalu belanja efisien dan sesuai dengan apa yang direncanakan. Belanja menghasilkan output yang maksimal,”
jelas Suahasil.
Dia menekankan pemerintah tidak cukup hanya memangkas anggaran untuk disebut efisien. Yang lebih penting adalah memastikan setiap belanja negara memberikan hasil yang maksimal.
Bukan sekadar potong belanja, tapi pakai belanja dengan output yang maksimal dan hasilkan belanja untuk masyarakat,”
ujarnya.

Lanjutkan Kebijakan, Bukan Ubah Arah
Terkait pergantian posisi Menteri Keuangan, Suahasil memberikan sinyal bahwa dirinya tidak akan membawa perubahan arah kebijakan secara drastis.
Dia menyebut kepemimpinannya di Kementerian Keuangan akan menjadi kelanjutan dari kebijakan yang sudah berjalan, dengan penekanan pada upaya melakukan perbaikan dalam pelaksanaannya.
Ini kelanjutannya saja, bukan perubahan dan dilakukan dengan cara yang lebih baik,”
kata Suahasil.






