Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pasokan liquefied petroleum gas (LPG) Indonesia aman setelah pemerintah mendapatkan kontrak jangka panjang dari Amerika Serikat (AS).
Menurut Bahlil, kepastian pasokan tersebut juga membuat pemerintah tidak memiliki rencana untuk menaikkan harga LPG.
Hal itu disampaikannya saat memberikan sambutan dalam acara InTechSea 2026 di Jakarta, Senin, 14 September 2026.
LPG no issue, karena kita sudah mendapat kontrak jangka panjang. Harga pun tidak kita naikkan,”
kata Bahlil.
Bahlil pun mengatakan kontrak jangka panjang tersebut salah satunya diperoleh dari AS. Namun, dia tidak membeberkan besaran komitmen pasokan LPG yang telah disepakati dengan Negeri Paman Sam tersebut.
Saat ditanya apakah terdapat komitmen serupa dari negara lain, termasuk Rusia, Bahlil menyebut pembahasan dengan Rusia sejauh ini baru mencakup komoditas minyak mentah.
Kalau dari Rusia itu, kita baru bicara pada tataran crude minyak. Kalau LPG masih dari Amerika, ya,”
tuturnya.
Standar Minimum Nasional
Selain memastikan pasokan LPG, Bahlil juga menyampaikan kondisi stok bahan bakar minyak (BBM) nasional. Dia memastikan stok BBM masih berada di atas standar minimum nasional, yakni 20 hari.
Bahlil mengatakan antrean pengisian BBM yang terjadi di sejumlah daerah, termasuk Makassar, bukan disebabkan oleh kelangkaan pasokan.
Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi pergeseran konsumsi masyarakat dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi serta adanya indikasi penimbunan oleh sejumlah pihak.
Terkait wacana pembatasan konsumsi Pertalite, Bahlil tidak memberikan jawaban secara lugas. Dia hanya mengimbau masyarakat yang dinilai mampu untuk tidak menggunakan BBM subsidi dan memberikan kesempatan kepada masyarakat yang lebih membutuhkan.
Tapi mbok saya mengimbau kepada saudara-saudara kita yang mampu, yang mobilnya yang bagus, ya kita harus pakai perasaan lah. Masa kita harus ambil hak subsidi untuk saudara-saudara kita yang berhak,”
tutup Bahlil.






