Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Harga Minyak Dunia Mendidih Usai Houthi Serang Arab Saudi, Tembus US$107 per Barel

Harga minyak Brent naik 1,25 persen menjadi US$107,00 per barel. Sedangkan harga minyak WTI AS naik 1,27 persen menjadi US$102,68 per barel.

Dongkrak pompa minyak di luar Almetyevsk di Republik Tatarstan, Rusia, 4 Juni 2023.
Dongkrak pompa minyak di luar Almetyevsk di Republik Tatarstan, Rusia, 4 Juni 2023. (ANTARA/REUTERS/Alexander Manzyuk/pri.)

Harga minyak dunia melanjutkan kenaikan pada perdagangan Selasa. Kenaikan terjadi di tengah laporan mengenai serangan baru kelompok Houthi terhadap Arab Saudi, serta serangan Iran terhadap kapal-kapal di kawasan Teluk.

Dilansir dari CNBC pada Selasa, 15 September 2026 harga minyak mentah Brent untuk kontrak pengiriman November naik 1,25 persen menjadi US$107,00 per barel.

Sedangkan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk kontrak pengiriman Oktober naik 1,27 persen menjadi US$102,68 per barel.

Iklan

Jalur Pipa Minyak Ditutup

ilustrasi helikopter Aramco di Arab Saudi.
ilustrasi helikopter Aramco di Arab Saudi. (Foto: AI).

Arab Saudi menutup jaringan pipa minyak East-West yang menjadi jalur alternatif untuk menghindari Selat Hormuz, setelah serangan drone yang diluncurkan dari Irak merusak pipa tersebut. Kondisi ini semakin memperparah gangguan pasokan minyak, di saat pasar sudah berada dalam kondisi ketat.

Al Jazeera melaporkan bahwa koalisi yang dipimpin Arab Saudi di Yaman menyatakan bahwa 13 warga sipil terluka pada hari Senin, setelah pasukan Houthi melancarkan serangkaian serangan rudal balistik dan drone ke Arab Saudi.

Klaim Iran dan Respons AS

Sementara itu, militer Iran menyatakan telah menghancurkan sebuah drone canggih milik AS di atas Selat Hormuz, menyusul serangkaian operasi yang dilakukan Teheran terhadap sistem angkatan laut tak berawak AS di Teluk.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Minggu bahwa AS dapat melanjutkan kampanyenya melawan Iran dan mengambil alih minyak negara tersebut.

Komando Pusat AS (CENTCOM) juga membantah klaim Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang menyebut kapal tanker minyak berbendera Panama, El Gaia, menabrak ranjau laut di Selat Hormuz.

Kapal tanker minyak berbendera Panama, El Gaia, terkena rudal Iran bulan lalu dan menjadi tidak dapat beroperasi. Klaim palsu IRGC ini merupakan contoh lain dari kebohongan dan upaya intimidasi mereka saat mereka berusaha menghalangi kapal-kapal komersial di selat tersebut,”

kata CENTCOM.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.