Baru setahun menjabat sebagai Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dicopot oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin, 14 September 2026.

Lantas bagaimana kinerja Purbaya selama setahun ini?

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai kinerja fiskal Indonesia dalam setahun terakhir perlu dilihat berdasarkan indikator ekonomi, bukan semata-mata persepsi. Menurutnya, capaian pemerintah menunjukkan hasil yang masih beragam.

Saya melihatnya sebagai pergantian orang dalam kerangka kebijakan fiskal yang masih sama, bukan sebagai vonis terhadap menteri sebelumnya. Kalau menilai kinerja setahun terakhir, menurut saya lebih adil melihat angka daripada persepsi,”

kata Yusuf kepada Owrite Selasa, 15 September 2026.

Kinerja Setahun Purbaya

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan saat konferensi pers di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan saat konferensi pers di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (5/8/2026). (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nym.)

Yusuf menjelaskan selama Purbaya menjabat, ekonomi Indonesia masih tumbuh, diikuti penerimaan pajak masih tumbuh kuat tanpa ada kenaikan tarif.

Pertumbuhan ekonomi masih berada di kisaran 5,2 sampai 5,6 persen, penerimaan pajak sempat tumbuh cukup kuat tanpa kenaikan tarif baru,”

jelasnya.

Yusuf menilai, untuk kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), defisit masih berada di bawah batas 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Defisit tetap di bawah 3 persen PDB meskipun outlook 2026 semakin mendekati 2,85 persen,”

terangnya.

Namun, Yusuf mengatakan ada tekanan yang masih belum selesai utamanya mulai dari rasio pajak yang masih rendah, subsidi energi, pembiayaan program prioritas, hubungan dengan lembaga investasi negara, serta gejolak nilai tukar.

Jadi hasilnya campuran. Tidak tepat kalau seluruh capaian atau masalah fiskal hanya dibebankan kepada satu menteri karena banyak faktor yang berada di luar kewenangannya,”

terangnya.

Apakah Purbaya Puas?

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan situasi keuangan negara pada konferensi pers APBN KiTa edisi Juli 2026 di Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan situasi keuangan negara pada konferensi pers APBN KiTa edisi Juli 2026 di Jakarta, Selasa (21/7/2026). (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/wsj.)

Sementara itu, Menteri Keuangan periode 2025-2026 Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan kinerjanya selama setahun menjabat sudah cukup baik. Ia mengklaim, sudah bisa menaikkan pertumbuhan ekonomi hingga pernah mencapai 5,61 persen.

Paling enggak kan lumayan, kita udah naikin pertumbuhan ekonomi dari berapa sih 5 persen, di bawah 5 persen, udah ke atas 5 persen. Bahkan sempat 5,61 persen sebelum ada gangguan kan 5,29 persen. Kuartal keempat tahun lalu 5,35 persen juga,”

ujar Purbaya di Kementerian Keuangan.