Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) nasional masih dalam kondisi aman. Menurutnya, persediaan BBM nasional masih berada di atas batas minimal yang ditetapkan pemerintah.

Bahlil mengatakan batas cadangan minimal BBM nasional berada pada rentang 20 hingga 23 hari. Pernyataan itu disampaikan untuk merespons antrean panjang kendaraan yang terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Makassar, Sulawesi Selatan.

Saya kan selalu mengumumkan bahwa stok BBM kita itu selalu di atas standar minimum nasional 20 hari, karena standar minimum nasional kita seperti itu,”

kata Bahlil dalam acara Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSea) 2026, Jakarta, dikutip Selasa, 15 September 2026.

Antrean Bukan Karena Stok BBM Tipis

Sejumlah warga membawa jeriken saat antre untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Darussalam, Banda Aceh, Aceh
Sejumlah warga membawa jeriken saat antre untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Darussalam, Banda Aceh, Aceh (ANTARA FOTO/Ampelsa/nym.)

Menurut Bahlil, antrean di Makassar bukan disebabkan oleh menipisnya cadangan BBM nasional. Salah satu penyebabnya adalah peralihan konsumsi masyarakat dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi atau shifting.

Peralihan tersebut, kata Bahlil, terjadi karena adanya perbedaan harga yang cukup tinggi antara BBM nonsubsidi dan BBM subsidi. Kondisi itu membuat sebagian konsumen yang sebelumnya menggunakan BBM nonsubsidi beralih menggunakan BBM subsidi.

Masalahnya sekarang, adalah banyak orang awalnya tidak memakai subisidi, kemudian shifting ke subsidi, ini karena harganya melonjak. Itulah yang terjadi sebagian di Makassar. Ini karena Unhas kan, harus kita masuk juga ini bagian Makassar,”

ujar Bahlil.

Bahlil mengaku telah mengecek penyebab antrean tersebut. Menurutnya, kondisi itu menjadi pertanyaan apabila dikaitkan dengan klaim ketersediaan cadangan BBM nasional.

Aku sudah cek, apa ini masalahnya, karena cadangan nasional kita 20 hari. Harusnya enggak logic masa terjadi antre?”

sambung Bahlil.