Pemerintah menindak tegas produsen beras fortifikasi yang diduga tidak sesuai dengan klaim gizi dan label kemasan. Sebanyak 25 merek beras kini sudah menghentikan produksi merek beras fortifikasinya.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman mengatakan, 11 pelaku usaha sebagai pemilik 25 izin edar merek beras fortifikasi yang tak sesuai tersebut telah diberikan surat peringatan oleh Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) dalam koordinasi Badan Pangan Nasional (Bapanas). OKKPD. Dalam hal ini melibatkan Bapanas antara lain DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, D.I.Yogyakarta, dan Sumatera Utara.
Ternyata ada dugaan (kecurangan beras) beralih dari premium ke fortifikasi. Katanya fortifikasi, setelah kita cek di lab, ada 4 lab kredibel. Kita cek ternyata tidak sesuai dengan labelnya,”
kata Amran dalam keterangannya Rabu, 16 September 2026.
Produksi Dihentikan, Produk Ditarik

Amran menuturkan, hingga minggu pertama September seluruh merek beras fortifikasi bermasalah terpantau sudah menghentikan produksi merek beras fortifikasinya. Kemudian sebanyak 12 merek beras fortifikasi culas tersebut juga telah melakukan penarikan stok dari tempat peredaran, sementara sisanya sedang dalam proses penarikan.







