Nilai tukar rupiah diperdagangkan melemah pada Rabu pagi, 16 September 2026. Rupiah melemah 0,23 persen atau 41 poin ke level Rp17.735 per dolar Amerika Serikat (AS).
Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengungkapkan melemahnya rupiah ini didorong oleh kenaikan imbal hasil obligasi AS dan harga minyak dunia.
Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS, di tengah imbal hasil obligasi AS dan harga minyak dunia yang masih terus naik,”
ujar Lukman kepada Owrite Rabu, 16 September 2026.
Waspadai Sikap Hawkish The Fed

Lukman menjelaskan, kenaikan imbal hasil dan minyak dunia itu memicu investor berhati-hati akan sikap hawkish the Fed pada Federal Open Market Committee (FOMC) pada malam ini.
Memicu antisipasi investor akan sikap hawkish the Fed pada FOMC malam ini,”
jelasnya.
Adapun untuk perdagangan hari ini, Lukman memperkirakan bahwa rupiah akan melemah di kisaran Rp17.600 per dolar AS hingga Rp17.750 per dolar AS.
Mata Uang Asia

Berdasarkan data perdagangan pagi ini, sejumlah nilai tukar negara Asia turut melemah diantaranya Won Korea (KRW) 0,44 persen, Yen Jepang (JPY) turun 0,14 persen.
Lalu Baht Thailand (THB) tercatat melemah sebesar 0,05 persen melawan dolar AS, Dolar Singapura (SGD) melemah sebesar 0,04 persen, serta Yuan Tiongkok (CNY) melemah 0,01 persen.






