Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan rupiah ditutup berlawanan arah pada Kamis, 17 September 2026. Rupiah melemah, sedangkan IHSG menguat.
Rupiah tercatat melemah sebesar 0,32 persen atau 57 poin ke level Rp17.753 per dolar Amerika Serikat (AS). Sedangkan IHSG melemah 0,40 persen ke level 6.462.
Berdasarkan data perdagangan sore ini, sejumlah nilai tukar di negara Asia turut melemah diantaranya Won Korea (KRW) sebesar 0,62 persen, Ringgit Malaysia (MYR) melemah 0,55 persen, dan Peso Filipina (PHP) melemah 0,02 persen.
Sentimen Rupiah

Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengungkapan sentimen rupiah berasal dari respons positif pasar atas pembicaraan antara AS dan kelompok Houthi yang membantu meredakan kekhawatiran akan gangguan pasokan di Timur Tengah.
Houthi menegaskan kembali komitmen mereka terhadap gencatan senjata tahun 2025 dan menyatakan tidak akan menyerang kapal-kapal AS atau Israel,”
kata Ibrahim dalam analisisnya.
Selain itu, Federal Open Market Committee (FOMC) memutuskan menaikkan suku bunga acuan ke kisaran 3,75 persen hingga 4,0 persen pada hari Rabu. Kenaikan itu merupakan kenaikan suku bunga pertama bank sentral AS sejak Juli 2023.
Saham Menguat

Di samping itu, nilai transaksi IHSG tercatat sebesar Rp13,9 triliun dengan melibatkan 28,5 miliar saham dalam 1,8 juta kali transaksi. Sebanyak 384 saham naik, 164 tidak bergerak, dan 244 turun.
Dilansir dari Stockbit, sejumlah saham yang mengalami kenaikan tertinggi atau top gainer diantaranya:
- PT Agro Yasa Lestari Tbk (AYLS) menguat 34,69 persen ke level Rp198
- PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI) menguat 24,51 persen ke Rp635
- PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) menguat 18.73 persen ke Rp1.965






