Pengalihan utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sedang masuk tahap finalisasi.

Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu Evita Manthovani mengatakan, saat ini Kemenkeu terus berkoordinasi dengan Danantara dan BP BUMN terkait proses pengalihan tersebut. Ia memastikan, pembayaran utang Whoosh tidak akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)

Pengalihan saham PT PSBI ke pemerintah masih dalam proses finalisasi. Skema telah ditetapkan dan dibahas secara detail. Sesuai kesepakatan, tidak libatkan APBN,”

ujar Evita dalam konferensi pers APBN KiTA Jumat, 18 September 2026.

Kemenkeu Lakukan Due Diligence

Kereta Cepat Whoosh layanan kereta cepat pertama di Asia Tenggara menghubungkan Jakarta (Stasiun Halim) dan Bandung (Stasiun Padalarang/Tegalluar) dengan kecepatan hingga 350 km/jam
Kereta Cepat Whoosh layanan kereta cepat pertama di Asia Tenggara menghubungkan Jakarta (Stasiun Halim) dan Bandung (Stasiun Padalarang/Tegalluar) dengan kecepatan hingga 350 km/jam (Foto: PT KCIC)

Evita menyatakan, pemutakhiran sejumlah aspek diperlukan agar proses pengalihan dapat dilakukan secara terencana dan tepat. Untuk itu, Kemenkeu kini tengah melakukan proses due diligence dan harga saham.

Agar pengalihan terencana dan tepat, diperlukan pemutakhiran aspek fiskal, bisnis, finansial dan hukum. Kementerian Keuangan sedang jalankan due diligence dan harga saham. Penyusunan Perpres sedang dilakukan juga. Koordinasi dengan BP BUMN dan Danantara terus bergulir,”

terangnya.

Adapun rencana pengalihan utang Whoosh pertama kali disampaikan oleh Menteri Keuangan periode 2025-2026 Purbaya Yudhi Sadewa. Utang Whoosh itu akan dibayarkan oleh Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan.

Purbaya mengatakan, pengalihan utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan dilakukan pada 15 September 2026. Namun, pada 14 September 2026 Purbaya dicopot dari jabatan menteri keuangan.

Tanggal 15 insya Allah mudah-mudahan kita bisa serah terimakan dari Danantara ke kami,”

ujar Purbaya di kawasan Sunter, Jakarta Utara, Selasa, 8 September 2026.

Utang Dicicil 80 Tahun

Menteri Keuangan periode 2025-2026 Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Keuangan 2026-2029 (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Menteri Keuangan periode 2025-2026 Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Keuangan 2026-2029 (sumber: Owrite/Anisa Aulia)

Purbaya mengatakan saat ini masih mempertimbangan SMV mana yang akan menangani utang Whoosh. Kemungkinannya pengelolaan utang dilakukan melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dan Indonesia Investment Authority (INA), atau hanya menggunakan salah satu di antara keduanya.

Dia mengungkapkan, utang Whoosh akan dicicil selama 80 tahun dengan pembayaran per tahunnya sebesar Rp1 triliun. Ia mengatakan, tenor pembayaran cicilan utang itu menjadi salah satu hasil restrukturisasi yang dilakukan pemerintah.

Berarti kan total utang besar, tapi di-stretch 80 tahun sudah direstrukturisasi. Cicilannya Rp1 triliun atau sedikit di bawah Rp1 triliun dari tahun ke tahun. Ada yang tinggi, ada yang rendah, tapi kalau kita lihat ‘oh masih bisa lah’. (Tenor cicilan) 80 tahun saya dengar kemarin, makanya hebat juga tuh. Iya kita sudah mati, santai saja,”

tuturnya.