Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan realisasi pembayaran subsidi dan kompensasi mencapai Rp331,4 triliun hingga 31 Agustus 2026.

Adapun dari jumlah tersebut, realisasi pembayaran subsidi mencapai Rp177,1 triliun, dan kompensasi mencapai Rp154,4 triliun. Artinya, realisasi belanja subsidi dan kompensasi sudah mencapai 74,2 persen dari pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.

Realisasi subsidi dan kompensasi sudah kita bayarkan Rp331,4 triliun, dan pembayaran kompensasi itu sekarang dilakukan bulanan dan pembayaran subsidi juga dilakukan bulanan kepada PLN dan Pertamina,”

kata Suahasil di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin, 21 September 2026.

Lebih Tinggi dari Tahun Lalu

Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam konferensi pers APBN KiTA (Sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam konferensi pers APBN KiTA (Sumber: Owrite/Anisa Aulia)

Suahasil mengatakan, pembayaran subsidi dan kompensasi tahun ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Sebab, hingga Agustus 2025, pembayaran subsidi dan kompensasi hanya mencapai Rp218 triliun.

Tahun lalu sampai dengan akhir Agustus yang sudah dibayarkan ke PLN dan Pertamina itu Rp218 triliun. Tahun ini sampai dengan Agustus, yang sudah dibayarkan itu Rp331 triliun, Rp100 triliun lebih, lebih tinggi dibandingkan tahun lalu,”

terangnya.

Suahasil mengatakan, besarnya realisasi pembayaran subsidi dan kompensasi ini agar Pertamina dan PLN bisa leluasa mengelola keuangan. Sehingga produk subsidi tetap tersedia di masyarakat.

Ini tentu kita maksudkan supaya PLN dan Pertamina memiliki keleluasaan cash, supaya bisa terus menyediakan barang-barang yang memang harganya diatur oleh pemerintah, barang-barang yang harga bersubsidi,”

terangnya.

Penikmat Subsidi Naik

Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di SPBU Jalan Majapahit, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (18/8/2026).
Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di SPBU Jalan Majapahit, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (18/8/2026). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/nz)

Suahasil menjelaskan, untuk masyarakat yang menikmati barang dengan harga subsidi meningkat bila dibandingkan dengan tahun lalu. Untuk realisasi volume BBM mencapai 11.578 ribu kilo liter atau tumbuh 8,8 persen secara tahunan (yoy).

Kemudian volume LPG 3 kilogram (Kg) sebanyak 5,04 juta kg atau tumbuh 2,6 persen, pelanggan listrik bersubsidi 43,3 juta pelanggan atau tumbuh 2,1 persen. Lalu volume pupuk 6,1 juta ton atau tumbuh 23,4 persen, dan debitur Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai 3,3 juta atau naik 5,9 persen.

Ini yang saya maksudkan tadi ekonominya berjalan terus, salah satunya didukung oleh barang-barang yang harganya diatur oleh pemerintah, memang ada subsidi, kompensasi yang kita bayarkan, dan tahun ini pun kita bayarkan lebih tinggi dibandingkan pembayaran subsidi dan kompensasi tahun 2025,”

imbuhnya.