Pemerintah memastikan terus memperbaiki tata cara perizinan investasi di sektor energi, salah satunya memangkas birokrasi dalam proses tender proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 100 gigawatt (GW).
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemangkasan birokrasi disiapkan untuk percepat pelaksanaan proyek, terutama bagi perusahaan yang dinilai kompetitif dan memiliki kemampuan teknologi yang baik.
Kita pangkas birokrasinya, kalau memang ekonomis kita tunjuk dia saja. Tidak usah terlalu lama-lama, terlalu mutar-mutar, terlalu banyak,”
kata Bahlil dalam acara Electricity Connect 2026 di ICE BSD, Tangerang, Selasa, 22 September 2026.
Tidak Usah Terlalu Lama

Bahlil mengatakan pemerintah tengah menyelesaikan aturan bagi perusahaan yang kompetitif dan memiliki kemampuan teknologi.
Pemerintah juga mempertimbangkan agar proses tender bagi perusahaan dengan kriteria tersebut tidak berlangsung terlalu lama.
Bahkan sekarang saya lagi melakukan penyelesaian aturan bagi perusahaan-perusahaan yang memang kompetitif dan mempunyai kemampuan teknologi yang baik, kita pertimbangkan untuk tendernya tidak perlu terlalu lama-lama,”
ujarnya.
PLTS 100 GW Dilakukan 3 Tahun

Menurut Bahlil, program pembangunan PLTS 100 GW tersebut direncanakan berlangsung dalam tiga tahun. Pada tahun ini, pemerintah telah meluncurkan tahap pertama dengan kapasitas sekitar 5,5 GW.
Sementara itu, dalam perencanaan terdapat kapasitas sekitar 25-30 GW yang proses tendernya harus mulai berjalan.
Proses tendernya harus mulai berjalan,”
jelas Bahlil.
Bahlil menegaskan percepatan proses tersebut tetap diarahkan pada proyek yang memenuhi pertimbangan ekonomi.
Yang penting bisa saling menguntungkan dan win-win,”
imbuhnya.






