Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan cadangan bahan bakar minyak (BBM) Indonesia dalam kondisi aman. Ia juga menekankan harga BBM subsidi tidak akan naik hingga penghujung 2026.
Sedangkan untuk harga BBM nonsubsidi, Bahlil mengatakan tetap bergerak mengikuti harga pasar global yang tercermin melalui Indonesia Crude Price (ICP). Dengan demikian, kenaikan ICP dapat diikuti penyesuaian harga BBM nonsubsidi, begitu pula sebaliknya ketika harga minyak turun.
Kalau harga minyak nonsubsidi itu akan mengikuti harga pasar. Kalau harga pasar globalnya itu ICP-nya naik, otomatis dia akan naik. Tapi kalau harga ICP-nya turun, pasti juga dia akan melakukan koreksi,”
kata Bahlil usai acara MKI Electricity Connect 2026, dikutip Rabu, 23 September 2026.
Harga BBM Tetap Terjangkau

Namun, untuk BBM bersubsidi, pemerintah memastikan tidak ada kenaikan harga sampai akhir tahun. Selain menjaga harga tetap terjangkau, pemerintah juga memastikan pasokan BBM nasional berada dalam kondisi aman.
Yang terpenting sekarang adalah pemerintah memastikan cadangan BBM kita itu ada pada standar minimal, 18 sampai dengan 21 hari,”
ujarnya.
Sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga menegaskan tidak ada perubahan harga BBM non subsidi di SPBU Pertamina per 21 September 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan untuk meluruskan informasi yang beredar di media sosial mengenai kabar penyesuaian harga pada tanggal tersebut.
Harga BBM Nonsubsidi Belum Berubah
VP Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan harga BBM nonsubsidi yang berlaku masih mengacu pada harga yang telah ditetapkan sebelumnya.
Kami memastikan bahwa per 21 September 2026 tidak terdapat perubahan harga BBM nonsubsidi di SPBU Pertamina. Informasi mengenai adanya penyesuaian harga pada tanggal tersebut tidak benar. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dan menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi,”
tutur Kitty dalam siaran persnya, 21 September lalu.






