Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah kompak ditutup melemah pada penutupan perdagangan Kamis, 24 September 2026. Rupiah kini tercatat sudah mencapai level Rp17.900 per dolar Amerika Serikat (AS).

Rupiah tercatat amblas sebesar 0,55 persen atau 98 poin ke level Rp17.916 per dolar AS. Sedangkan IHSG anjlok 1,20 persen ke level 6.298.

Berdasarkan data perdagangan sore ini, sejumlah nilai tukar Asia tercatat turun Yuan Tiongkok (CNY) turun 0,04 persen, Yen Jepang (JPY) melemah sebesar 0,05 persen.

Kemudian Baht Thailand (THB) melemah 0,10 persen, Peso Filipina (PHP) melemah 0,18 persen, Won Korea (KRW) melemah 0,40 persen, Rupee India (INR) melemah 0,21 persen.

Sentimen Pelemahan Rupiah

Ilustrasi negosiasi Iran-AS. (Sumber: Foto Dibuat AI)
Ilustrasi negosiasi Iran-AS. (Sumber: Foto Dibuat AI)

Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengungkapan melemahnya rupiah didorong oleh Iran dan AS yang berbeda pendapat mengenai cara mengakhiri perang.

Iran dan Amerika Serikat masih berbeda pendapat mengenai cara mengakhiri perang mereka, namun diplomasi harus terus berjalan,”

kata Ibrahim dalam keterangannya Kamis, 24 September 2026.

Selain itu, sentimen pelemahan rupiah juga didorong oleh nada hawkish Gubernur Michael Barr, yang mengatakan bahwa bank sentral akan melakukan kenaikan suku bunga untuk mengendalikan inflasi.

Presiden Fed Richmond Tom Barkin dan Presiden Fed Boston Susan Collins keduanya mendukung kenaikan suku bunga baru-baru ini, dengan alasan tekanan inflasi yang terus berlanjut,”

tuturnya.

Saham Melemah

Warga mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Warga mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026). (ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/bar)

Di samping itu, nilai transaksi IHSG tercatat sebesar Rp11,2 triliun dengan melibatkan 29,3 miliar saham dalam 1,6 juta kali transaksi. Sebanyak 188 saham naik, 144 tidak bergerak, dan 462 turun.

Dilansir dari Stockbit, saham yang mengalami penurunan terdalam alias top loser sebagai berikut:

  • PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) melemah 14,88 persen ke Rp206
  • PT Steady Safe Tbk (SAFE) melemah 14,62 persen ke Rp730
  • PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) melemah 14,61 persen ke Rp76

Sementara saham yang paling banyak dijual asing atau net foreign sell diantaranya:

  • PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar Rp187,64 miliar
  • PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp128,73 miliar
  • PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) sebesar Rp124,67 miliar