Starbucks akan menutup sekitar 250 gerai dalam beberapa hari ke depan, di wilayah Amerika Serikat (AS) bagian Utara. Penutupan ini sejalan dengan strategi pembenahan bisnis.

Secara keseluruhan, penutupan ini mencakup 1 persen dari total gerai Starbucks di Amerika Utara, yang saat ini berjumlah sekitar 18.000 gerai.

Gerai yang terdampak tidak memberikan pengalaman yang kami inginkan bagi pelanggan dan mitra, atau tidak layak secara finansial,”

kata perusahaan dalam sebuah pernyataan dikutip dari CNN Sabtu, 26 September 2026.

CEO Starbucks Brian Niccol mengumumkan jumlah penutupan yang serupa sekitar setahun lalu, bersamaan dengan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawan korporasi, sebagai bagian dari upaya restrukturisasi senilai US$1 miliar.

Ia memimpin rencana jangka panjang untuk merombak bisnis dan mengembalikan Starbucks ke jalur pertumbuhan. Di Amerika Utara, ia meluncurkan renovasi kafe, peningkatan layanan, dan penyederhanaan menu.

Daftar Lokasi Belum Diumumkan

Gerai Starbuck. (Sumber: Unsplash/ Zeq Qayong)
Gerai Starbuck. (Sumber: Unsplash/ Zeq Qayong)

Berdasarkan laporan regulasi yang dirilis Kamis, Starbucks akan menanggung beban biaya sekitar US$300 juta terkait penutupan tersebut. Dalam hal ini, sebesar US$200 juta diantaranya berasal dari pemutusan sewa lebih awal, dan tunjangan pesangon bagi karyawan.

Namun, untuk daftar lokasi yang akan ditutup belum dirilis. Pelanggan akan mulai melihat papan pengumuman di kafe-kafe yang terkena dampak pada akhir pekan ini, dan penutupan tersebut akan tercantum di aplikasi Starbucks.

Kami tetap optimistis terhadap peluang pertumbuhan jangka panjang yang signifikan di Amerika Utara,”

tulis COO Starbucks Mike Grams dalam surat kepada karyawan. 

Tetap Bakal Buka Kedai Baru

Barista di gerai starbuck. (Sumber: Unsplash/ Asael Peña)
Barista di gerai starbuck. (Sumber: Unsplash/ Asael Peña)

Ia menambahkan bahwa perusahaan secara aktif mengembangkan pipeline yang kuat untuk pembukaan kedai kopi baru dan tetap berkomitmen terhadap pertumbuhan.

Kendati demikian, Starbucks diperkirakan hanya akan membuka sekitar 440 gerai baru secara global pada tahun fiskal ini. Angka tersebut turun dari target sebelumnya sebanyak 600 hingga 650 gerai baru.

Adapun penjualan Starbucks kembali mencatat pertumbuhan sekitar setahun lalu. Penjualan di gerai yang telah beroperasi setidaknya selama satu tahun di Amerika Serikat melonjak 7,9 persen pada kuartal terakhir perusahaan.