Nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,34 persen atau 61 poin ke level Rp17.964 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin, 28 September 2026.

Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengungkapkan pelemahan rupiah karena peningkatan imbal hasil obligasi AS.

“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS  di tengah kembali meningkatnya imbal hasil obligasi AS,”

kata Lukman kepada Owrite.id, Senin, 28 September 2026.

Harga Minyak Dorong Rupiah

Selain itu, Lukman mengatakan bahwa pelemahan rupiah juga didorong oleh kenaikan harga minyak mentah dunia, dan prospek kenaikan suku bunga The Fed. Hal itu menyusul data ekonomi AS, yakni penjualan barang tahan lama yang lebih kuat.

“Penolakan proposal Iran oleh AS (jadi sentimen rupiah),” 

ucap dia.

Adapun untuk perdagangan hari ini, Lukman memperkirakan nilai tukar rupiah akan bergerak melemah di kisaran Rp17.900 per dolar AS hingga Rp18.000 per dolar AS.

Mata Uang Asia

Merujuk data perdagangan pagi ini, mayoritas nilai tukar negara Asia turut melemah, antara lain Won Korea (KRW) ambruk 0,53 persen, Baht Thailand (THB) melemah 0,39 persen.

Lalu ada Yen Jepang (JPY) melemah 0,27 persen, Ringgit Malaysia (MYR) melemah 0,15 persen, Dolar Singapura (SGD) anjlok 0,09 persen, Peso Filipina (PHP) melemah 0,06 persen, Yuan Tiongkok (CNY) melemah 0,03 persen.