Harga emas global melemah pada perdagangan Senin, 28 September 2026. Penurunan ini dipicu oleh lonjakan harga minyak meningkatkan kekhawatiran inflasi, sekaligus memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga acuan oleh Federal Reserve.
Dilansir dari Economic Times, harga emas di pasar spot turun 0,7 persen menjadi US$4.254,77 per ons pada pukul 00.10 GMT. Sedangkan kontrak berjangka emas AS turun 0,7 persen menjadi US$4.289,70.
Presiden Federal Reserve Cleveland, Beth Hammack, mengatakan pada Jumat bahwa ia khawatir inflasi yang terus-menerus tinggi berisiko membuat masyarakat Amerika menerima harga yang tinggi sebagai hal yang normal, dan menambahkan bahwa bank sentral tidak dapat membiarkan hal itu terjadi.
Sebuah survei menunjukkan sentimen konsumen AS harga emas merosot ke level terendah empat bulan pada September, di tengah kekhawatiran bahwa kenaikan inflasi akan mengikis daya beli rumah tangga.
Sedangkan untuk logam mulia lain, seperti perak, tercatat di pasar spot turun 1 persen menjadi US$63,67, platinum turun 0,7 persen menjadi US$1.765,28, dan paladium turun 0,7 persen menjadi US$1.257,70.
Emas Antam
Sementara itu, harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) hari ini terpantau turun Rp16.000 dari perdagangan sebelumnya. Dikutip dari data Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Antam, harga pecahan satu gram emas Antam berada di level Rp2.597.000 per gram.
Sementara itu, harga pembelian kembali atau buyback emas Antam juga ikut turun sebesar Rp16.000, berada di level Rp2.422.000 per gram. Berikut rincian harga emas batangan Antam:
- 0,5 gram: Rp1.348.500
- 1 gram: Rp 2.597.000
- 2 gram: Rp 5.144.000
- 3 gram: Rp 7.698.000
- 5 gram: Rp 12.800.000
- 10 gram: Rp 25.520.000
- 25 gram: Rp 63.635.000
Untuk ukuran emas 1 gram hingga 100 gram, pada hari ini tersedia di Butik Gedung Antam; sedangkan emas ukuran 250 gram, 500 gram, dan 1.000 gram harus pre-order terlebih dahulu.






