Harga minyak naik pada perdagangan Selasa, melanjutkan kenaikan untuk hari kedua berturut-turut. Kenaikan seiring meningkatnya kekhawatiran konflik di Timur Tengah akan berlanjut lebih lama, meskipun upaya untuk meredakan ketegangan dilaporkan sedang dilakukan.
Dilansir dari CNBC, Selasa, 29 September 2026, harga minyak mentah Brent untuk kontrak pengiriman November naik 1,22 persen menjadi US$106,56 per barel. Sedangkan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik lebih dari 1 persen menjadi US$93,57 per barel.
AS-Iran Lagi Negosiasi

Adapun AS dan Iran sedang melakukan pembicaraan terpisah dengan para mediator sebagai bagian dari upaya baru untuk mengakhiri konflik. Mengutip Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, Al Jazeera melaporkan bahwa Teheran mengadakan pembicaraan tidak langsung dengan AS melalui mediator dari Qatar, di New York.
Kemajuan dalam pembicaraan akan menjadi fokus utama pasar, seiring para mediator regional mendesak dilakukannya negosiasi gencatan senjata. Analis pasar senior VT Markets Dubai, Mahmoud Mashal mengatakan setiap kemajuan yang berarti dalam negosiasi berpotensi mendorong harga minyak mentah turun.
Kendari demikian, Mashal mengatakan kekhawatiran terkait infrastruktur energi dan aliran pasokan di kawasan tersebut tetap ada. Hal itu akibat ketegangan yang kembali memanas antara Arab Saudi dan kelompok Houthi.
Sementara pada Sabtu, Trump telah menolak proposal bersyarat Teheran untuk membuka kembali Selat Hormuz, dan mengatakan kepada para pembantunya bahwa ia berencana untuk melanjutkan serangan udara terhadap Iran setelah pemilihan sela pada November 2026.






