Menteri Koordinator Airlangga Hartarto menyatakan saat ini pemerintah terus memantau pergerakan nilai tukar rupiah yang mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pemerintah dalam hal ini akan mendorong ekspor guna meningkatkan perolehan devisa.
Berdasarkan data perdagangan pagi ini, rupiah tercatat melemah sebesar 0,13 persen atau 23 poin menembus level Rp18.001 per dolar AS.
Kita monitor dulu (pelemahan rupiah),”
kata Airlangga di Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Selasa, 29 September 2026.
Genjot Ekspor

Saat ditanya terkait langkah yang akan diambil pemerintah dalam menghadapi pelemahan rupiah ini, Airlangga mengatakan bahwa pemerintah akan menggenjot kinerja ekspor.
Pemerintah tentu kita akan terus genjot ekspor supaya devisanya meningkat,”
terangnya.
Airlangga menuturkan, Presiden Prabowo Subianto meminta agar berfokus menjaga stabilitas makro. Mengenai pelemahan rupiah ini, Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) juga sudah melakukan pembahasan.
Ya akan selalu menjaga stabilitas makro, termasuk kemarin juga sudah ada rapat KSSK,”
terangnya.
Gegara Sentimen

Airlangga mengatakan, pelemahan rupiah saat ini lebih didorong oleh sentimen pasar. Sebab, dinilai bahwa kondisi makro ekonomi Indonesia masih cukup baik.
Kalau kita lihat karena kondisi kita makronya cukup baik, ya kita lihat aja. Itu kan selalu ada faktor di luar fundamental, faktor sentimental kan ada juga, jadi kita mem-balance,”
imbuhnya.






