Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan rupiah ditutup berlawanan arah pada Rabu, 30 September 2026. Rupiah menguat, dan IHSG tercatat mengalami pelemahan.
Rupiah tercatat menguat sebesar 0,48 persen atau 87 poin ke level Rp17.894 per dolar Amerika Serikat (AS). Sedangkan IHSG tercatat melemah 0,83 persen ke level 6.071.
Berdasarkan data perdagangan sore ini, sejumlah nilai tukar mengalami penguatan diantaranya Yuan Tiongkok (CNY) 0,03 persen, Ringgit Malaysia (MYR) menguat 0,06 persen.
Kemudian Baht Thailand (THB) menguat 0,10 persen, Dolar Singapura (SGD) menguat 0,12 persen, Rupee India (INR) naik 0,18 persen, Yen Jepang (JPY) menguat 0,25 persen.
Sentimen Rupiah

Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan menguatnya rupiah didorong oleh pernyataan Presiden Fed New York, John Williams bahwa tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga.
John Williams menyatakan bahwa mereka tidak terburu-buru untuk menaikkan suku bunga. Williams menambahkan bahwa stabilitas harga merupakan pondasi bagi perekonomian dan inflasi diperkirakan akan mereda,”
kata Ibrahim dalam keterangannya Rabu, 30 September 2026.
Ibrahim memproyeksikan, nilai tukar rupiah pada perdagangan besok akan bergerak berfluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp17.890 per dolar AS hingga Rp18.940 per dolar AS.
Saham Melemah

Di samping itu, nilai transaksi IHSG tercatat sebesar Rp14,01 triliun dengan melibatkan 30,11 miliar saham dalam 1,8 juta kali transaksi. Sebanyak 308 saham naik, 125 tidak bergerak, dan 360 turun.
Dilansir dari Stockbit, saham yang mengalami penurunan terdalam alias top loser sebagai berikut:
- PT Alakasa Industriindo Tbk (ALKA) melemah 14,86 persen ke Rp6.300
- PT Shield On Service Tbk (SOSS) melemah 14,80 persen ke Rp1.180
- PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) turun 14,50 persen ke Rp 224
Sementara saham yang paling banyak dijual asing atau net foreign sell diantaranya:
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp276,20 miliar
- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) sebesar Rp159,83 miliar
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp138,73 miliar






