Harga minyak dunia naik pada perdagangan Rabu. Kenaikan itu terjadi setelah Presiden AS Donald Trump membantah laporan yang menyebutkan bahwa ia bersedia melonggarkan sanksi terhadap Iran, sementara Qatar mendesak dilakukannya perundingan damai
Dilansir dari Economic Times pada Rabu, 30 September 2026 harga minyak mentah Brent naik US$1,14, atau 1,11 persen menjadi US$103,73. Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 15 sen, atau 0,30 persen menjadi US$89,50 per barel.
Adapun Brent berada di jalur untuk mencatat kenaikan bulanan sekitar 14 persen, yang akan menjadi kenaikan terbesar sejak Juli. Sedangkan WTI diperkirakan akan naik 4 persen secara bulanan setelah sebelumnya menembus level US$106 per barel untuk pertama kalinya sejak Mei.
Bantahan Trump

Trump membantah laporan Axios yang mengutip pejabat AS bahwa dirinya bersedia memberikan keringanan sanksi kepada Iran, dan mencairkan dana Iran yang dibekukan sebagai imbalan atas langkah-langkah konkret dari Teheran terkait program nuklirnya.
Ini tidak benar. Saya tidak menawarkan apapun kepada mereka,”
tulis Trump melalui akun Truth Social miliknya.
Di samping itu, Trump tengah mempertimbangkan untuk mengizinkan penjualan solar yang diberi pewarna merah (red-dyed diesel), alih-alih memberlakukan larangan ekspor. Langkah tersebut ditujukan untuk memberikan sedikit keringanan kepada konsumen menjelang pemilu paruh waktu AS pada November.
Diplomasi Hasilkan terobosan

Qatar pada Selasa menyatakan harapannya agar diplomasi yang dilakukan secara bergantian antara Iran dan AS dapat menghasilkan terobosan.
Kami sedang bertukar pesan antara kedua pihak, dan kami berupaya membangun titik temu guna mencapai kesepakatan yang akan menyelamatkan kita semua dari dampak konflik tersebut,”
kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed al-Ansari, seperti dilaporkan Reuters.
Sementara itu, Arab Saudi kembali melakukan pembuatan minyak ke kapal tanker dari pelabuhan Yanbu di Laut Merah pada Selasa, setelah mengaktifkan kembali operasi Pipa Timur-Barat.
Ekspor minyak mentah dari produsen-produsen Timur Tengah pulih menjadi 16,328 juta barel per hari pada September, level tertinggi sejak perang AS-Israel dengan Iran dimulai pada akhir Februari.






