Chief Operating Office Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Dony Oskaria memberi sinyal bahwa dividen Danantara sebesar Rp120 triliun tidak jadi dialihkan ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Dony mengatakan, sampai saat ini belum ada keputusan untuk menyerahkan dividen Danantara kepada pemerintah. Wacana pengalihan dividen ini sebelumnya dihembuskan oleh Menteri Keuangan periode 2025-2026 Purbaya Yudhi Sadewa.
Oh, itu kan call-nya di pemerintah. Sampai sejauh ini belum ada ya, dan rasanya nggak ya,”
kata Dony di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026.
Dony menjelaskan, Danantara saat ini membutuhkan dana tersebut untuk membangun berbagai proyek hilirisasi. Pengembangan proyek itu juga ditujukan untuk membuka lapangan pekerjaan.
Kan kita mau apa membangun banyak proyek hilirisasi dan lain sebagainya membuka lapangan pekerjaan,”
ujarnya.
Persoalan Pengalihan Dividen

Kala masih menjabat sebagai Bendahara Negara, Purbaya mengatakan bahwa pengalihan sebagian keuntungan Danantara akan dilakukan pada tahun ini. Dividen yang akan masuk ke APBN itu sebesar Rp120 triliun.
Purbaya mengatakan, pengalihan sebagian keuntungan Danantara itu sudah diputuskan oleh Presiden Prabowo Subianto. Saat ini, Kemenkeu tengah menunggu kapan keuntungan itu akan dikembalikan ke kas negara.
Udah dipastikan (kembali ke APBN), Tinggal ditentukan kapan dia mau ngirim. (Porsinya) sekitar Rp120 triliun tahun ini, itu yang diputuskan oleh presiden,”
ujar Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat, 28 Agustus 2026.
Rencananya, sebagian keuntungan itu akan ditempatkan pemerintah sebagai cadangan APBN. Dalam hal itu dividen akan ditempatkan pada pos Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) lain-lain.
Danantara Keberatan

Namun, Purbaya sempat mengungkapkan bahwa Danantara keberatan akan rencana penyetoran sebagian keuntungan tersebut.
Salah satu yang agak kelihatan dari jauh, kelihatannya Danantara tuh. Kita akan masukin ke PNBP situ walaupun mereka masih protes, tapi perintah Bapak Presiden, sebagian keuntungan Danantara dijadikan cadangan anggaran pemerintah,”
kata Purbaya di Jakarta.
Purbaya mengatakan bahwa Danantara tidak mengetahui adanya pengalihan sebagian keuntungannya ke negara. Padahal, Purbaya menyebut bahwa penyetoran sebagian keuntungan merupakan janji Danantara ke Prabowo.
Dia katanya bilang saya enggak tahu, tapi itu perintah presiden. Danantara yang janji ke presiden,”
ucapnya.






