Presiden Prabowo resmi melantik Lucky Alfirman sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu). Lucky mengaku kaget dan senang karena dirinya dipercaya untuk mendampingi Menteri Keuangan Suahasil Nazara.

Lucky menyampaikan, rasa syukurnya karena bisa kembali ke Kementerian Keuangan. Ia mengaku senang, meski harus menghadapi tantangan berat dalam mengelola fiskal. 

Kalau ditanya rasanya saya campur aduk excited, tapi juga ada kagetnya. Berat yang pasti ya Pak Menteri, tapi saya yakin kita bersama-sama,”

kata Lucky di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026.

Pede Hadapi Tantangan

Wakil Menteri Keuangan, Luky Alfirman. (Sumber: Dok. Bank Mandiri)
Wakil Menteri Keuangan, Luky Alfirman. (Sumber: Dok. Bank Mandiri)

Lucky memahami, tantangan yang akan di hadapi ke depan, sebab dia bukan orang baru di Kementerian Keuangan. Dia meyakini, dengan kerja sama Kemenkeu mampu menghadapi sejumlah tantangan.

Saya juga dari keuangan, saya tahu tantangan kita hadapi seperti apa. Jadi saya yakin secara bersama, kalau kita bersama itu akan bisa,”

tuturnya.

Lucky sendiri pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Anggaran Kementerian Keuangan. Namun, kala Purbaya Yudhi Sadewa menjabat sebagai Bendahara Negara, ia dicopot dari jabatannya.

Kemarin saya ada masa hibernasi Pak Menteri. Jadi saya butuh waktu, saya butuh support untuk bisa catch up, untuk bisa update, untuk bisa kita mengejar,”

tuturnya.

Lantik Wamenkeu Lainnya

Proses Pelantikan Menteri di Istana Merdeka.
Proses Pelantikan Menteri di Istana Merdeka. Doc: Ist

Selain Lucky, Prabowo turut melantik Nurkholisoh Ibnu Aman sebagai Wakil Menteri Keuangan. Ibnu menyampaikan rasa syukurnya karena dipercaya menjabat sebagai Wamenkeu. 

Alhamdulillah saya diberi amanah per hari ini, seperti yang kita ketahui bersama, untuk menjadi Wakil Menteri Keuangan. Oleh karena itu saya mohon bantuan, kerjasama, dan koordinasi,”

tuturnya,

Ibnu mengatakan, sebelumnya dia berkarir di Bank Indonesia (BI) selama 20 tahun. Menurutnya, akan ada perbedaan cara kerja antara di BI dan Kemenkeu, sebab Kemenkeu memiliki ribuan pegawai.

Saya dengar ini jumlah pegawai total puluhan ribu Pak ya. Jauh sekali dibandingkan Bank Indonesia yang cuma sekitar enam ribu, tujuh ribu.Jadi luar biasa tantangan ke depan, saya belum bisa bicara banyak tentang subyeknya itu sendiri, tapi saya ingin bisa bermanfaat bagi efektivitas organisasi,”

tuturnya.

Luky Kala Dicopot

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan situasi keuangan negara pada konferensi pers APBN KiTa edisi Juli 2026 di Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan situasi keuangan negara pada konferensi pers APBN KiTa edisi Juli 2026 di Jakarta, Selasa (21/7/2026). (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/wsj.)

Sebelumnya, per 21 April 2026 Purbaya mencopot Direktur Jenderal Anggaran Luky Alfirman dari posisinya. Kala itu Purbaya mengatakan bahwa Luky belum dirotasi ke posisi baru setelah dicopot dari jabatannya.

Belum istirahat dulu, nanti dicariin tempat yang pas buat mereka,”

ujar Purbaya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu, 22 April 2026.