Harga cabai di sejumlah pasar Jakarta mengalami kenaikan dalam sepekan terakhir. Di Pasar Jawa Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, harga cabai rawit merah kini mencapai Rp95.000 per kilogram (kg), sementara cabai merah keriting dijual Rp60.000 per kg.

Mukri (61), pedagang cabai di Pasar Jawa, Lenteng Agung, mengatakan kenaikan harga tersebut cukup signifikan dibandingkan harga sebelumnya.

Rp95.000 cabai rawit, yang merah keriting Rp60.000. Biasanya Rp50 ribu (cabai merah), rawit biasanya Rp70.000, ini naiknya banyak,”

ujar Mukri kepada Owrite, Kamis, 1 Oktober 2026.

Menurut Mukri, kenaikan harga cabai rawit merah dan cabai merah keriting telah berlangsung sekitar sepekan. Ia mengaku harus membeli cabai rawit dengan harga di atas Rp80.000 per kg.

Kurang tau (kenapa naik). Naiknya udah ada beberapa hari, udah ada seminggu yang Rp95.000, tadinya kan cuman Rp80.000 modalnya udah di atas Rp80.000,”

katanya.

Mukri mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab kenaikan harga cabai tersebut. Kondisi serupa juga dirasakan pedagang lain di Pasar Lenteng Agung.

Pedagang lainnya menyebut harga cabai rawit kini mencapai Rp90.000 per kg, sedangkan cabai merah berada di level Rp70.000 per kg.

Satu kilogram Rp90.000 (cabai rawit). Udah naik dari kemarin-kemarin tiga hari, empat hari. Cabai merah Rp70.000”

tuturnya.

Cabai Jadi Penyumbang Inflasi September

Kenaikan harga cabai tersebut terjadi ketika BPS mencatat Indonesia mengalami inflasi sebesar 0,30 persen secara bulanan atau month to month (mtm) pada September 2026. 

Secara tahunan atau year on year (yoy), inflasi tercatat 3,28 persen, sedangkan secara tahun kalender mencapai 2,17 persen.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi salah satu pendorong utama inflasi September. Berdasarkan data BPS yang disampaikan dalam rilis inflasi September, cabai rawit dan cabai merah termasuk komoditas yang memberikan andil terhadap inflasi.

Pada September 2026 terjadi inflasi sebesar 0,30 persen secara bulanan atau mtm. Secara tahunan atau yoy terjadi inflasi sebesar 3,28 persen, secara tahun kalender atau year to date terjadi inflasi sebesar 2,17 persen,”

kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono.

Kenaikan harga di tingkat pedagang tersebut membuat cabai rawit menjadi salah satu komoditas pangan yang perlu diperhatikan dalam pergerakan harga konsumen pada September 2026.