Harga minyak dunia relatif tidak berubah pada perdagangan Kamis setelah naik pada sesi sebelumnya. Investor tengah menilai apakah pemulihan pasokan minyak mentah di Asia Barat dapat mengimbangi kekhawatiran yang masih berlangsung terkait situasi di kawasan tersebut.

Dilansir dari Economic Times pada Kamis, 1 Oktober 2026, harga minyak mentah Brent diperdagangkan di sekitar US$98 per barel setelah sempat menyentuh US$104 selama perdagangan intraday pada Rabu.

Sementara itu harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November turun 0,4 persen menjadi US$90,07 per barel pada Kamis, setelah naik 1,2 persen pada sesi sebelumnya. 

Kedua patokan harga tersebut masing-masing naik sekitar US$1 per barel pada Rabu. Brent mencatat kenaikan bulanan sekitar 14 persen pada September, yang merupakan kenaikan terbesar sejak Juli. Sedangkan WTI naik sekitar 5 persen selama bulan tersebut.

Pasokan Minyak 

Ilustrasi kapal tanker pembawa bahan bakar minyak (BBM). (Sumber: Unsplash/Georg Eiermann)
Ilustrasi kapal tanker pembawa bahan bakar minyak (BBM). (Sumber: Unsplash/Georg Eiermann)

Analis dan pedagang di Wall Street mengatakan pasokan minyak mentah dari Asia Barat mendekati level sebelum perang, meskipun pasokan bahan bakar pulih dengan laju yang lebih lambat. 

Qatar pada Selasa menyatakan harapannya bahwa diplomasi yang dilakukan secara bergantian antara Iran dan AS dapat menghasilkan terobosan. Sementara itu, Arab Saudi kembali memulai pemuatan kapal tanker minyak dari Yanbu, pada Selasa setelah mengaktifkan kembali Pipa Timur-Barat.

Sementara itu, pejabat Iran mengatakan pada Rabu bahwa Teheran telah menerima tanggapan resmi dari Washington terhadap proposal terbarunya yang bertujuan mengakhiri perang yang telah berlangsung selama tujuh bulan tersebut. Perkembangan ini terjadi beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump secara terbuka menolak proposal tersebut, menurut kantor berita IRNA Iran.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyampaikan tanggapan AS kepada Presiden Masoud Pezeshkian dalam rapat kabinet, demikian disampaikan juru bicara pemerintah Fatemeh Mohajerani.

Harga Minyak Sempat Naik

Kilang Minyak di Şağlakücə, Azerbaijan. (Sumber: Unsplash/Anatoly Maltsev)
Kilang Minyak di Şağlakücə, Azerbaijan. (Sumber: Unsplash/Anatoly Maltsev)

Harga minyak mentah naik untuk bulan ketiga berturut-turut pada September setelah Washington dan Teheran gagal mencapai kemajuan menuju perjanjian perdamaian jangka panjang yang memungkinkan Selat Hormuz kembali dibuka sepenuhnya. 

Negosiasi yang bergejolak selama berbulan-bulan sejak AS dan Israel melancarkan perang pada Februari telah mengakibatkan fluktuasi harga yang tajam. Sehingga menyulitkan para pedagang untuk memperkirakan arah pergerakan harga minyak mentah.

Situasi ini semakin rumit akibat serangan terhadap kapal dagang dan aksi serangan oleh militan yang bersekutu dengan Teheran yang menargetkan pipa minyak Timur-Barat Arab Saudi, yang menambah kekhawatiran yang sudah ada terkait pasokan minyak.