Nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,18 persen atau 33 poin ke level Rp17.927 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis, 1 Oktober 2026.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengungkapkan pelemahan rupiah didorong oleh data Produk Domestik Bruto (PDB) yang lebih kuat dari perkiraan.
“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS yang kembali menguat setelah revisi data PDB AS yang lebih kuat dari perkiraan,”
kata Lukman kepada Owrite.id.
Tunggu Data BPS
Sedangkan dari dalam negeri, Lukman mengatakan pelemahan rupiah didorong oleh investor yang mewaspadai data inflasi dan neraca perdagangan yang akan dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini.
“Dari (sisi) domestik, investor juga mewaspadai rilis data inflasi dan perdagangan Indonesia siang ini,”
ujar dia.
Adapun untuk perdagangan hari ini, Lukman memperkirakan nilai tukar rupiah akan melemah di kisaran Rp17.850 per dolar AS hingga Rp18.000 per dolar AS.
Mata Uang Asia
Sementara itu, berdasarkan data perdagangan pagi ini mayoritas nilai tukar negara Asia melemah diantaranya Yen Jepang (JPY) 0,48 persen, Won Korea (KRW) anjlok 0,25 persen.
Kemudian Baht Thailand (THB) melemah 0,24 persen, Dolar Singapura (SGD) melemah 0,16 persen, Peso Filipina (PHP) melemah 0,15 persen, serta Ringgit Malaysia (MYR) melemah 0,14 persen.





