Nilai tukar rupiah dibuka menguat 0,11 persen atau 19 poin ke level Rp17.947 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat, 2 Oktober 2026.

Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan IHSG akan tertekan terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini. Hal itu menyusul kenaikan harga minyak dunia imbas kenaikan tensi geopolitik di Timur Tengah.

“Rupiah diperkirakan masih tertekan terhadap dolar AS seiring kenaikan kembali harga minyak mentah dunia di tengah peningkatan ketegangan geopolitik di Timur Tengah,”

ujar Lukman kepada Owrite.id.

Lukman menuturkan kenaikan tensi karena menyusul pengerahan kapal induk ketiga oleh AS serta sinyal kemungkinan berlanjutnya serangan udara terhadap Iran. 

Reshuffle Beri Kekhawatiran

Sedangkan dari dalam negeri, Lukman mengatakan bahwa reshuffle yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 1 Oktober akan menimbulkan kekhawatiran dan ketidakpastian bagi pasar.

“Reshuffle memang akan memberikan kekhawatiran dan ketidakpastian, namun untuk saat ini faktor eksternal lebih mendominasi,”

kata dia.

Adapun untuk perdagangan hari ini, Lukman memperkirakan nilai tukar rupiah akan bergerak melemah di kisaran Rp17.900 per dolar AS hingga Rp18.000 per dolar AS.